Populasi lanjut usia merupakan aset sosial yang penting dan dapat terus berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat apabila diberdayakan secara efektif. Namun, di wilayah pedesaan seperti Desa Gunung Silanu, tingkat partisipasi lansia dalam kegiatan produktif masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan utama dan strategi pemberdayaan dalam meningkatkan produktivitas lansia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lansia, anggota keluarga, serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan tiga permasalahan utama dari rendahnya produktifitas lansia yakni Rendahnya partisipasi lansia dalam kegiatan produktif, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, serta sarana dan prasarana yang terbatas. Keterbatasan akses terhadap pelatihan dan pengembangan keterampilan, akibat lokasi yang terpencil, biaya pelatihan yang tinggi, dan kualitas pelatihan yang rendah serta Minimnya kesadaran hukum dan hak sosial lansia, karena kurangnya pengetahuan dan akses informasi tentang hak-hak yang diatur dalam UU No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Perpres No. 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan. Upaya yang direkomendasikan meliputi penyuluhan berbasis komunitas, pengembangan pelatihan daring dan luring, serta program peningkatan kesadaran hukum bagi lansia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan lansia perlu diintegrasikan ke dalam kebijakan sosial yang menekankan aspek aksesibilitas, partisipasi, dan perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan lansia yang berkelanjutan dan inklusif di pedesaan Indonesia.
Copyrights © 2025