JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Vol. 9 No. 3 (2025): Desember

Media Konkret sebagai Solusi Rendahnya Keaktifan Siswa Kelas 3 dan 5 SD di Semarang

Alfi Nur Laili (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Semarang)
Rania Putri Fatimah Azahra (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Semarang)
Diva Antika Rida (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Semarang)
Nurlaeli Novita Ardyanti (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Semarang)
Kofifah Kofifah (SD Negeri Kalibanteng Kidul 02)
Wahyu Nurhidayawati (SD Negeri Kalibanteng Kidul 02)
Nur Indah Wahyuni (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Semarang)



Article Info

Publish Date
12 Dec 2025

Abstract

Keaktifan siswa merupakan kunci keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar, namun observasi di kelas 3 dan 5 SD Negeri Kalibanteng Kidul 02 menunjukkan kecenderungan pasif akibat keterbatasan media. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan dampak penerapan pembelajaran berbasis media konkret sebagai solusi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi kasus kolaborasi mengajar pada 22 Oktober hingga 5 November 2025. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran interaktif berbasis media konkret berhasil diterapkan dengan baik. Penggunaan media konkret berdampak positif dan signifikan terhadap peningkatan keaktifan siswa kelas 3 dan 5. Siswa menjadi lebih berani bertanya, berdiskusi, dan berpartisipasi aktif, menunjukkan efektivitas media konkret dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Disimpulkan bahwa media konkret adalah strategi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi siswa di kelas.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jptam

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues ...