Ketahanan pangan pada era modern menghadapi tantangan serius, mulai dari perubahan iklim, industrialisasi sistem pangan, meningkatnya impor pangan, hingga tergerusnya praktik pangan tradisional. Di Indonesia, kearifan lokal yang terinternalisasi dalam praktik gastronomi tradisional terbukti efektif menjadi pilar ketahanan pangan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis sumber data dari jurnal nasional bereputasi SINTA dan Tambusai (terbit 2020–2025). Hasil studi menunjukkan bahwa nilai-nilai gastronomi tradisional yang meliputi pengelolaan agrobiodiversitas, teknik kuliner tradisional, dan sistem kelembagaan adat berkontribusi besar terhadap stabilitas pangan komunitas. Studi kasus Desa Cipta Gelar, Sukabumi memperlihatkan bahwa komunitas adat dengan kearifan lokal yang kuat mampu menjaga ketersediaan pangan, diversifikasi sumber pangan, dan keberlanjutan lingkungan.
Copyrights © 2025