Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen terhadap layanan keuangan digital berupa mobile banking pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali. Fokus penelitian diarahkan pada persepsi nasabah sebelum dan sesudah menggunakan mobile banking serta faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma post-interpretivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi teknik serta model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menggunakan mobile banking, sebagian nasabah masih memiliki keraguan terkait keamanan transaksi, keandalan sistem, dan kemampuan dalam mengoperasikan aplikasi. Namun, setelah menggunakan layanan BPD Bali Mobile, persepsi nasabah cenderung berubah menjadi positif. Nasabah merasakan manfaat berupa kemudahan akses, efisiensi waktu, fleksibilitas transaksi, serta pengurangan ketergantungan pada layanan konvensional. Perilaku konsumen menunjukkan kecenderungan positif yang tercermin dari meningkatnya frekuensi penggunaan, ragam transaksi, tingkat kepuasan, dan loyalitas nasabah. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala teknis seperti gangguan sistem dan keterlambatan OTP yang memengaruhi persepsi keandalan layanan. Berdasarkan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), penerimaan mobile banking dipengaruhi oleh persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi manfaat yang dirasakan nasabah. Secara keseluruhan, mobile banking BPD Bali telah diterima dengan baik oleh nasabah, meskipun diperlukan peningkatan pada aspek stabilitas sistem dan kualitas layanan digital.
Copyrights © 2026