Penelitian ini mengkaji epistemologi keilmuan Islam pada masa keemasan peradaban Islam (abad ke-8 hingga ke-13 M) yang menjadi landasan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan dunia Islam. Kajian ini berfokus pada tiga metode utama dalam epistemologi Islam, yaitu Bayani, Burhani, dan Irfani, yang secara komplementer membentuk sistem pengetahuan yang holistik dan integratif. Metode Bayani menekankan pada otoritas teks wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah) serta rasionalitas kebahasaan sebagai sumber kebenaran; metode Burhani mengedepankan rasionalitas logis dan pembuktian empiris untuk memahami realitas; sedangkan metode Irfani menitikberatkan pada pengalaman spiritual langsung dan intuisi batiniah dalam mencapai kebenaran hakiki. Melalui pendekatan penelitian kualitatif kepustakaan, penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi Islam memadukan wahyu, akal, dan intuisi dalam satu kesatuan tauhid yang utuh. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap rekonstruksi paradigma keilmuan Islam yang relevan dengan konteks pendidikan dan penelitian modern, sehingga mampu mengintegrasikan nilai-nilai iman, ilmu, dan amal dalam praktik akademik kontemporer.
Copyrights © 2026