E-Jurnal Manajemen
Vol. 14 No. 10 (2025)

GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN DENGAN SLOW FASHION

Ni Luh Indiani (Universitas Udayana)
I Gusti Ayu Ketut Giantari (Universitas Udayana)
Tjokorda Gde Raka Sukawati (Universitas Udayana)
Ni Made Asti Aksari (Universitas Udayana)



Article Info

Publish Date
22 Oct 2025

Abstract

Industri fashion diakui sebagai salah satu penyumbang polusi terbesar di setiap tahap siklus hidup.  Dampak negatif industri fashion seperti menipisnya sumber daya alam yang menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius. Salah satu solusi dalam meminimalkan limbah fashion dengan beralih pada produk slow fashion. Artikel ini adalah sebuah analisis literatur mengenai slow fashion, yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendalami 12 publikasi dari database penelitian Scopus. Gaya hidup seseorang menentukan pola konsumsi, dimana seseorang dengan gaya hidup peduli terhadap lingkungan, memilih untuk membeli produk ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen mereka untuk mendukung keberlanjutan. Slow fashion dan gaya hidup ramah lingkungan memiliki keterkaitan yang erat, dengan tujuan yang sama, yaitu kelestarian lingkungan dan kualitas yang beretika. Dengan merangkul slow fashion, setiap orang dapat berkontribusi pada lingkungan yang lebih berkelanjutan, mendukung masa depan di mana fashion lebih bijaksana, bertanggung jawab, dan selaras dengan nilai-nilai ekologi. Implementasi gaya hidup ramah lingkungan dengan slow fashion bukan hanya tentang memilih pakaian yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga tentang mengubah pola pikir dalam hal konsumsi secara keseluruhan. Dengan melakukan perubahan dalam fashion, masyarakat dapat berkontribusi pada keberlanjutan bumi dan menciptakan industri fashion yang lebih etis dan bertanggung jawab.   The fashion industry is recognized as one of the biggest contributors to pollution at every stage of the life cycle.  The negative impacts of the fashion industry such as depleting natural resources are causing serious environmental damage. One solution in minimizing fashion waste is to switch to slow fashion products. This article is a literature analysis on slow fashion, which uses a qualitative approach by exploring 12 publications from the Scopus research database. A person's lifestyle determines their consumption pattern, where someone with an environmentally conscious lifestyle chooses to buy eco-friendly products as part of their commitment to support sustainability. Slow fashion and eco-friendly lifestyle are closely related, with the same goal of environmental sustainability and ethical quality. By embracing slow fashion, everyone can contribute to a more sustainable environment, supporting a future where fashion is more thoughtful, responsible and in harmony with ecological values.  Implementing an eco-friendly lifestyle with slow fashion is not just about choosing more eco-friendly clothing, but also about changing the mindset when it comes to overall consumption. By making changes in fashion, it can contribute to the sustainability of the earth and create a more ethical and responsible fashion industry.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

manajemen

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance

Description

E-Jurnal Manajemen (e-ISSN 2302-8912) adalah jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan secara online setiap bulan (dua belas kali setahun). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan ilmiah dan menjadi wadah bagi akademisi, mahasiswa, praktisi, dan sarjana di bidang manajemen untuk ...