Konsep pendidikan inklusif bertujuan untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak disabilitas tanpa diskriminasi. Di Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Timur, pendanaan pendidikan yang komprehensif sangatlah penting. Makalah ini menjelaskan tantangan dan solusi pendanaan pendidikan inklusif dari prasekolah hingga sekolah menengah atas. Studi kasus naratif digunakan dalam penelitian ini. Studi ini berlangsung di PAUD Negeri 1 Pembina (TK), Sekolah Dasar Negeri 006 Sangkulirang, Sekolah Menengah Pertama Negeri 1, dan Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Muara Wahau. Empat kepala sekolah, empat guru, dan dua orang tua siswa komite sekolah berpartisipasi dalam studi ini. Kami mengumpulkan data menggunakan wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumen. Data tentang pendanaan pendidikan inklusif diinterpretasikan menggunakan analisis tematik. Studi ini berfokus pada implementasi dan pendanaan pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif, terutama di sekolah inklusif, menekankan keterampilan sosial bagi anak-anak disabilitas. Pendanaan pendidikan inklusif di sekolah inklusif dan non-inklusif secara nasional membutuhkan konfirmasi dan dukungan. Studi ini menunjukkan bahwa hal ini dapat meningkatkan pendanaan pendidikan inklusif, terutama dalam menyediakan sumber daya manusia dan pembelajaran yang unggul untuk pendidikan vokasi di perguruan tinggi.
Copyrights © 2025