Artikel ini mengkaji konsep akidah (keyakinan) dan akhlak (moral) dalam perspektif dua ulama besar Ahlussunnah wal Jama’ah, yaitu Imam Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih. Melalui telaah mendalam terhadap karya-karya mereka, seperti Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali dan Tahdzib al-Akhlaq karya Ibn Miskawaih, artikel ini mengeksplorasi bagaimana akidah sebagai fondasi keimanan berintegrasi dengan akhlak sebagai praktik moral dalam kehidupan sehari-hari. Analisis ini menunjukkan bahwa kedua ulama menekankan pentingnya harmoni antara keyakinan teologis dan perilaku etis untuk mencapai kesempurnaan spiritual, dengan Al-Ghazali lebih menekankan aspek sufistik dan Ibn Miskawaih lebih pada pendekatan filosofis. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman ulang konsep-konsep tersebut dalam konteks Islam moderat Ahlussunnah wal Jama’ah, relevan untuk kajian etika dan teologi Islam kontemporer.
Copyrights © 2025