Artikel berbasis literatur ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis sejauh mana fasilitas dan infrastruktur sekolah memengaruhi kualitas masukan, proses, dan keluaran pendidikan di SMAS IRA Medan, berdasarkan temuan dari observasi PLP I (Pengenalan Lapangan Persekolahan). Dengan menggunakan kerangka teori Masukan–Proses–Keluaran (IPO), studi ini mengintegrasikan data lapangan termasuk wawancara dengan kepala sekolah, observasi kelas, dan dokumentasi sekolah dengan literatur ilmiah terkini tentang manajemen fasilitas, implementasi kurikulum, dan kualitas pembelajaran. Temuan menunjukkan bahwa meskipun SMAS IRA Medan telah memenuhi beberapa standar fasilitas dasar, ketersediaan laboratorium sains yang terbatas, sumber daya perpustakaan yang mutakhir, dan peralatan multimedia terus menghambat pengajaran dan pembelajaran yang optimal. Kendala ini memengaruhi adaptasi kurikulum, kualitas penilaian, keterlibatan siswa, dan efektivitas pengajaran berbasis TIK. Meskipun demikian, sekolah menunjukkan upaya manajerial yang kuat melalui pengawasan guru rutin, perencanaan terstruktur, dan penggunaan dana BOS secara strategis. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa fasilitas dan infrastruktur memainkan peran penting dalam membentuk kesiapan sekolah untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan hasil pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penguatan penyediaan sumber daya dan pengembangan profesional guru sangat penting untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam jangka panjang.
Copyrights © 2025