Pendidikan abad ke-21 menuntut sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan kemampuan sosial dan emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep Social Emotional Learning (SEL) dalam konteks Kurikulum Merdeka dengan mengadaptasi prinsip pendidikan Finlandia melalui perancangan aplikasi digital eduEmotionS+. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model pengembangan Borg, W. R., & Gall, M. D. (1984), meliputi analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi pendidikan sosio-emosional di sekolah Indonesia masih menghadapi kendala berupa kurangnya media reflektif dan kolaboratif. Aplikasi eduEmotionS+ dikembangkan sebagai solusi inovatif yang menghubungkan guru, siswa, dan orang tua dalam ekosistem pembelajaran berbasis kesejahteraan emosional. Fitur utama aplikasi meliputi refleksi diri, asesmen EQ & 4C, pelaporan perkembangan, serta forum komunikasi tiga arah. Validasi ahli menunjukkan bahwa aplikasi ini layak secara konseptual dan mendukung dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Social Emotional Learning melalui aplikasi eduEmotionS+ efektif secara teoretis dalam memperkuat kesejahteraan emosional, kolaborasi, dan karakter siswa di era digital. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan model pendidikan humanistik berbasis teknologi yang relevan dengan semangat Merdeka Belajar dan nilai-nilai pendidikan Finlandia.
Copyrights © 2025