Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pembelajaran PAI pada Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Kota Jambi Hamid, Abdul; Sari, Anita; Wahid, Abdul; Iskandar, Wahyu; Sayed, Sayed
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/dvnp6564

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan mata pelajaran fundamental dalam sistem pendidikan nasional yang bertujuan membentuk karakter religius dan akhlak mulia siswa. Penelitian ini mengkaji implementasi strategi pembelajaran PAI yang diterapkan di SMA Negeri 11 Kota Jambi dalam menghadapi tantangan era digital dan implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan staf terkait pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAN 11 Jambi menerapkan strategi pembelajaran PAI yang komprehensif dan terintegrasi, meliputi pembelajaran berbasis teknologi digital, metode ceramah interaktif, diskusi kolaboratif, pembelajaran kontekstual, dan pendekatan saintifik. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa terhadap ajaran Islam, pembentukan karakter Islami, dan pengembangan keterampilan digital. Namun, implementasi masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, variasi kompetensi digital guru, dan adaptasi siswa terhadap perubahan paradigma pembelajaran. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk optimalisasi pembelajaran PAI melalui peningkatan kompetensi digital guru, pengembangan media pembelajaran interaktif, dan penguatan kolaborasi dengan stakeholder pendidikan.
Integrasi Pendidikan Sosio-Emosional dalam Kurikulum Abad ke-21: Pembelajaran dari Model Finlandia untuk Penguatan Kurikulum Merdeka di Indonesia Wulandari, Neiny Puteri; Asnota, Andes Om; Nakowanda, Egie Setiawan; Winarti, Winarti; Purba, Arip; Sayed, Sayed
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.2289

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan kemampuan sosial dan emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep Social Emotional Learning (SEL) dalam konteks Kurikulum Merdeka dengan mengadaptasi prinsip pendidikan Finlandia melalui perancangan aplikasi digital eduEmotionS+. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model pengembangan Borg, W. R., & Gall, M. D. (1984), meliputi analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi pendidikan sosio-emosional di sekolah Indonesia masih menghadapi kendala berupa kurangnya media reflektif dan kolaboratif. Aplikasi eduEmotionS+ dikembangkan sebagai solusi inovatif yang menghubungkan guru, siswa, dan orang tua dalam ekosistem pembelajaran berbasis kesejahteraan emosional. Fitur utama aplikasi meliputi refleksi diri, asesmen EQ & 4C, pelaporan perkembangan, serta forum komunikasi tiga arah. Validasi ahli menunjukkan bahwa aplikasi ini layak secara konseptual dan mendukung dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Social Emotional Learning melalui aplikasi eduEmotionS+ efektif secara teoretis dalam memperkuat kesejahteraan emosional, kolaborasi, dan karakter siswa di era digital. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan model pendidikan humanistik berbasis teknologi yang relevan dengan semangat Merdeka Belajar dan nilai-nilai pendidikan Finlandia.
Islamic Education and Generation Z Moral Development: Digital-Based Character Building in Indonesian Urban Schools Hasanah, Ushie Uswatun; Suleman, Muh. Asharif; Sayed, Sayed; Idayanti, Zulfi; Hilmi, Ahmad; Rachmat, Muh Zacky Fadhil
Journal of Contemporary Islamic Primary Education Vol 4 No 2 (2025): December: Quality of Basic Education in the Indonesian context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcipe.v4i2.476

Abstract

Despite extensive research on moral education, limited studies examine how Islamic education responds to Generation Z’s moral crisis amid Indonesia’s rapid digital transformation. This study explores the role of Islamic education in fostering moral resilience among urban Generation Z facing digital globalization challenges. Using a qualitative descriptive case study, data were collected through in-depth interviews with 15 Islamic Religious Education teachers, 5 school principals, and 30 students from five urban Islamic schools implementing digital-integrated learning. Data were supported by 120 hours of participatory observation and document analysis over six months. Findings identify five major manifestations of moral crisis: declining social empathy, with 62% of students prioritizing virtual over real interactions; exposure to harmful digital content affecting 87% of students; digital hedonism influencing 77%; rising individualism, with 68% preferring individual tasks; and weakened spiritual awareness reflected in a 60% decline in voluntary religious participation. Islamic education shows strategic potential through digital media integration, project-based learning that achieved 85% student engagement, and teacher digital role modeling. However, challenges persist, including limited educator digital literacy (68% lacking adequate training), non-contextual pedagogy in 60% of observed classes, and weak family–school collaboration. This study proposes a transformative framework integrating Islamic values with digital pedagogy for Indonesian Generation Z, contributing to SDG 4 (Quality Education) and SDG 10 (Reduced Inequalities) through culturally responsive moral education.