Wulandari, Neiny Puteri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Tebo Provinsi Jambi Shalahuddin, Shalahuddin; Rusmini, Rusmini; Wulandari, Neiny Puteri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan siswa, implementasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa, faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa, dan upaya dan solusi guru di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Tebo dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan tahap kesimpulan, teknik pemeriksaan data dengan dua cara yaitu ketekunan pengamatan dan trianggulasi data. Penelitian ini menghasilkan 4 hal yakni (1) Perencanaan atau pelaksanaan kegiatan ekstrakurikulker keagamaan di SMA Negeri 6 Tebo sudah berjalan baik, iwaktu ipelaksanaanya, isaat iini dijadwalkan ihari iJumat, idimulai isekitar ipukul i8.00 is.d. i9.00 iWIB, (2). Implementasi kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan kecerdasan spiritual anak melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yaitu: tadarus Al-Qur’an, sholat berjamaah, pemberian materi dan tanya jawab seputar islam, muhadaroh atau kultum, infaq dan sedekah, bakti social atau aksi social, latihan dasar kepemimpinan islam dan pesantren kilat. (3). Faktor pendukung kegiatan ektrakurikuler yaitu guru pendidikan agama islam sebagai pembina yang iberkompetensi, sarana dan prasarana, serta pembiayaan. faktor penghambat kegiatan ekstrakurikuler yaitu motivasi isiswa rendah, waktu yang singkat, kekhawatiran orang tua, sarana sekolah yang belum memadai, (4). Upaya dan motivasi guru SMA Negeri 6 Tebo dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa yakni mengoptimalkan peran guru sebagai pendidik dan pengajar baik di dalam maupun diluar kelas.
Integrasi Pendidikan Sosio-Emosional dalam Kurikulum Abad ke-21: Pembelajaran dari Model Finlandia untuk Penguatan Kurikulum Merdeka di Indonesia Wulandari, Neiny Puteri; Asnota, Andes Om; Nakowanda, Egie Setiawan; Winarti, Winarti; Purba, Arip; Sayed, Sayed
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.2289

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan kemampuan sosial dan emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep Social Emotional Learning (SEL) dalam konteks Kurikulum Merdeka dengan mengadaptasi prinsip pendidikan Finlandia melalui perancangan aplikasi digital eduEmotionS+. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model pengembangan Borg, W. R., & Gall, M. D. (1984), meliputi analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi pendidikan sosio-emosional di sekolah Indonesia masih menghadapi kendala berupa kurangnya media reflektif dan kolaboratif. Aplikasi eduEmotionS+ dikembangkan sebagai solusi inovatif yang menghubungkan guru, siswa, dan orang tua dalam ekosistem pembelajaran berbasis kesejahteraan emosional. Fitur utama aplikasi meliputi refleksi diri, asesmen EQ & 4C, pelaporan perkembangan, serta forum komunikasi tiga arah. Validasi ahli menunjukkan bahwa aplikasi ini layak secara konseptual dan mendukung dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Social Emotional Learning melalui aplikasi eduEmotionS+ efektif secara teoretis dalam memperkuat kesejahteraan emosional, kolaborasi, dan karakter siswa di era digital. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan model pendidikan humanistik berbasis teknologi yang relevan dengan semangat Merdeka Belajar dan nilai-nilai pendidikan Finlandia.