Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan membandingkan dua aliran berpengaruh dalam filsafat pendidikan, yaitu progresivisme dan esensialisme, khususnya terkait penerapan serta signifikansinya dalam pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang membahas karakteristik utama, tujuan, dan prinsip-prinsip dasar dari kedua perspektif filsafat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progresivisme menekankan pembelajaran berbasis pengalaman, fleksibilitas dalam proses belajar, serta pengembangan potensi individu peserta didik melalui pendekatan yang berorientasi pada siswa. Sebaliknya, esensialisme lebih menitikberatkan pada penguasaan pengetahuan dasar, kedisiplinan, dan pembentukan karakter melalui kurikulum yang tersusun secara sistematis. Kedua pendekatan ini memiliki peran penting dalam membentuk sistem pendidikan; progresivisme selaras dengan tuntutan pendidikan masa kini yang mengutamakan kreativitas dan kemampuan beradaptasi, sementara esensialisme tetap krusial dalam menjaga pengetahuan fundamental dan nilai-nilai moral. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan prinsip-prinsip progresivisme dan esensialisme dapat menghasilkan sistem pendidikan yang seimbang antara kebebasan belajar dan pengembangan karakter
Copyrights © 2025