Penelitian ini membahas hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama melalui empat model dialektika yang dikemukakan oleh Ian G. Barbour, yaitu konflik, independensi, dialog, dan integrasi. Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Analisis menunjukkan bahwa meskipun model konflik dan independensi masih muncul dalam diskusi publik modern, model dialog dan integrasi lebih menawarkan pendekatan yang konstruktif untuk memahami relasi keduanya. Model dialog membuka ruang komunikasi antara sains dan agama melalui pengakuan terhadap perbedaan metode dan tujuan, sedangkan model integrasi berupaya mensintesiskan keduanya dalam kerangka filosofis yang lebih harmonis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner, sikap kritis, dan keterbukaan intelektual untuk menghadirkan pemahaman yang seimbang antara sains dan agama dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika masyarakat modern
Copyrights © 2026