Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL-MODEL DIALEKTIKA ILMU DAN AGAMA MENURUT PANDANGAN BARBOUR (KONFLIK, INDEPENDENSI, DIALOG, INTEGRASI) Rr. Maulia Nawangsih Ningrum; Muhammad Hudzaifah Alfa Rizqi; Najmi Arif Triyadi; Arditya Prayogi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama melalui empat model dialektika yang dikemukakan oleh Ian G. Barbour, yaitu konflik, independensi, dialog, dan integrasi. Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Analisis menunjukkan bahwa meskipun model konflik dan independensi masih muncul dalam diskusi publik modern, model dialog dan integrasi lebih menawarkan pendekatan yang konstruktif untuk memahami relasi keduanya. Model dialog membuka ruang komunikasi antara sains dan agama melalui pengakuan terhadap perbedaan metode dan tujuan, sedangkan model integrasi berupaya mensintesiskan keduanya dalam kerangka filosofis yang lebih harmonis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner, sikap kritis, dan keterbukaan intelektual untuk menghadirkan pemahaman yang seimbang antara sains dan agama dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika masyarakat modern
Educational Strategies of Islamic Boarding Schools in Internalizing Islamic Values within Multicultural Societies Ma’mun Hanif; Diah Anisa Lestari; Khulatul Jannah; Putri Kurnia Sari; Najmi Arif Triyadi; Muhamad Rizki Zidan
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v3i3.270

Abstract

This study examines how Islamic boarding schools (pesantren) internalize Islamic values within a multicultural social environment in Bali, Indonesia, where Muslims constitute a minority group. The research addresses the limited empirical understanding of pesantren-based value education in minority-Muslim contexts characterized by strong cultural and religious diversity. Using a qualitative case study approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews with pesantren leaders, teachers, and students, as well as document analysis of curricula and institutional educational policies. The findings indicate that Islamic values are primarily internalized through daily educational practices, habituation, and educators’ role modeling rather than through formal instruction alone. Pesantren employ adaptive educational strategies that emphasize universal ethical values such as tolerance, respect, and peaceful coexistence, enabling students to engage constructively within Bali’s multicultural society. These strategies contribute to observable changes in students’ social attitudes and behaviors, reflecting the development of inclusive and context-sensitive religious understanding. Although this study is limited by its focus on a specific sociocultural setting, the findings provide important insights into the role of pesantren as agents of character formation and religious moderation in plural societies.