Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran strategis dalam membentuk perkembangan sosial dan emosional anak melalui internalisasi nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pola asuh Islami dalam keluarga Muslim serta implikasinya terhadap perkembangan sosial dan emosional anak dalam perspektif pendidikan keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SDN 1 Campang Raya, melibatkan lima belas orang tua, guru wali kelas, serta siswa kelas I dan II. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh Islami berbasis kasih sayang (rahmah), keteladanan (uswah hasanah), dan pembiasaan ibadah yang berkontribusi positif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak, seperti meningkatnya kepercayaan diri, empati, kedisiplinan, dan kestabilan emosi. Namun, keterbatasan waktu orang tua serta penerapan pola asuh yang cenderung otoriter ditemukan menjadi faktor penghambat dalam pembentukan kehangatan emosional dan kepekaan sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh Islami memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan sosial dan emosional anak secara holistik, sehingga diperlukan sinergi antara keluarga dan sekolah dalam menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan Islam secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026