Pembelajaran parafrase puisi menuntut kemampuan memahami makna implisit, bahasa figuratif, dan struktur kebahasaan yang padat. Namun, praktik pembelajaran sastra di sekolah masih sering berorientasi pada ceramah dan penjelasan tunggal, sehingga membatasi keterlibatan siswa dan menghambat pemahaman mendalam terhadap teks puisi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan pembelajaran berbasis inkuiri dalam meningkatkan kemampuan siswa memparafrasekan puisi remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah 46 siswa kelas X SMA Negeri 21 Bandung. Instrumen penelitian berupa tes parafrase puisi yang dinilai menggunakan rubrik analitik. Data dianalisis menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan parafrase siswa setelah penerapan pembelajaran berbasis inkuiri, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 2,33 dan posttest sebesar 6,89. Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai t hitung (28,55) lebih besar daripada t tabel (2,01) pada taraf signifikansi 0,05, yang mengindikasikan perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri efektif dalam meningkatkan pemahaman teks sastra dan kualitas respons interpretatif siswa dalam kegiatan parafrase puisi.
Copyrights © 2026