Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dalam kumpulan sajak Kembang Katiga karya Wahyu Wibisana serta menelaah potensinya sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra pada Mata Pelajaran Bahasa Sunda di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Sumber data berupa sepuluh puisi yang dipilih secara purposive dari total tiga puluh enam puisi dalam kumpulan Kembang Katiga. Data penelitian berupa larik dan ungkapan puitik yang mengandung gaya bahasa. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi dengan pendekatan stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa yang dominan dalam puisi-puisi sampel adalah metafora dan personifikasi, disertai penggunaan citraan, hiperbola, serta paralelisme. Gaya bahasa tersebut berfungsi sebagai sarana pembentukan makna puitik yang bersifat reflektif, simbolik, dan kultural. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa figuratif dalam puisi Sunda tidak hanya berperan sebagai unsur estetik, tetapi juga sebagai medium representasi pengalaman batin dan nilai budaya masyarakat Sunda. Secara pedagogis, hasil penelitian ini relevan dengan Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Sunda SMP yang menekankan kemampuan peserta didik dalam mengapresiasi karya sastra Sunda melalui pemahaman unsur kebahasaan, makna, dan nilai budaya. Dengan demikian, kumpulan sajak Kembang Katiga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan ajar apresiasi sastra yang kontekstual dan bermakna dalam pembelajaran Bahasa Sunda di SMP.
Copyrights © 2026