Perubahan iklim memengaruhi dinamika vektor malaria melalui peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, serta modifikasi lingkungan yang berdampak pada distribusi dan kelangsungan hidup nyamuk Anopheles. Literature review ini bertujuan menggambarkan pengaruh perubahan iklim terhadap vektor malaria di Asia dan wilayah lain yang relevan. Pencarian artikel dilakukan melalui Scopus dan PubMed dengan kriteria publikasi tahun 2015-2025 dan diperoleh 9 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa kenaikan suhu mempercepat perkembangan nyamuk, memperpendek masa inkubasi ekstrinsik parasite, dan memperluas wilayah potensial penularan, sebagaiman ditunjukkan pada An. stephensi, An. gambiae, An. sinensis. Curah hujan merupakan variable lingkungan dominan yang menentukan distribusi An. philippinensis dan An.nivipes, dengan peningkatan luasan habitat di bawah scenario iklim masa depan. Di Indonesia, distribusi vektor dipengaruhi topografi, suhu, kelembaban, dan curah hujan, dengan konsentrasi pada area pesisir, persawahan dan perbukitan. Beberapa studi memprediksi pergeseran spesies dominan serta peningkatan risiko penularan hingga decade mendatang. Secara keseluruhan, perubahan iklim diproyeksikan memperluas wilayah penularan malaria, meningkatkan kelangsungan hidup vektor tertentu, dan mempercepat perkembangan parasit, sehingga berpotensi meningkatkan kejadian malaria di berbagai wilayah endemik maupun non-endemik.
Copyrights © 2025