Kota Mataram memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata kuliner yang didukung oleh keberadaan UMKM serta peningkatan jumlah wisatawan. Namun, belum terdapat fasilitas terpadu yang mampu mewadahi kegiatan kuliner secara representatif dan berkarakter lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pusat wisata kuliner dengan pendekatan arsitektur yang mengintegrasikan unsur budaya lokal Sasak dan arsitektur modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pelaku UMKM serta pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain yang menggabungkan elemen tradisional seperti atap lumbung Sasak dan limasan, dengan material modern seperti kaca, baja, dan beton, dapat menciptakan ruang yang fungsional, adaptif terhadap iklim tropis, dan estetis. Lokasi perancangan berada di Jalan Bypass Tembolak, Kota Mataram, seluas ±1,3 hektar. Diharapkan pusat wisata kuliner ini menjadi wadah pengembangan ekonomi kreatif dan destinasi wisata kuliner yang berkelanjutan. Kata kunci: wisata kuliner, arsitektur lokal, UMKM, Mataram, desain arsitektur modern, ekonomi kreatif.
Copyrights © 2025