Meskipun Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berdiferensiasi, guru-guru di wilayah 3T seperti di Pulau Moa, Maluku Barat Daya, masih mengalami keterbatasan dalam pemahaman konsep, keterampilan teknis, serta pemanfaatan teknologi dalam menyusun bahan ajar yang kontekstual. Studi pendahulua nmenunjukkan bahwa 60% guru belum mengenal AI seperti ChatGPT dan belum mengintegrasikan budaya lokal secara sistematis dalam pembelajaran. Padahal, wilayah ini kaya akan nilai-nilai lokal seperti tradisi Sasi, tenun, dan rere, yang berpotensi besar sebagai sumber belajar. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan guru-guru SD Kristen Kaiwatu dalam mengembangkan bahan ajar berdiferensiasi berbasis budaya lokal dengan bantuan teknologi AI, khususnya ChatGPT. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahap: (1) sosialisasi dan asesmen awal, (2) pelatihan penyusunan modul berdiferensiasi berbasis budaya lokal dengan bantuan ChatGPT, dan (3) penerapan dan pendampingan teknis di kelas. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tiga indikator utama, yaitu pemahaman konsep pembelajaran berdiferensiasi; kemampuan mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran; dan kemampuan menggunakan ChatGPT. Program PKM ini berhasil memberdayakan guru SD Kristen Kaiwatu dalam menyusun bahan ajar berdiferensiasi berbasis budaya lokal dengan bantuan ChatGPT. Program ini dapat direplikasi di sekolah lain di wilayah 3T untuk memperkuat pembelajaran berdiferensiasi berbasis budaya lokal dan teknologi AI, mendukung implementasi Kurikulum Merdeka
Copyrights © 2026