Fenomena retaknya nilai-nilai Islam dalam organisasi mahasiswa sering dialami oleh individu yang berupaya menerapkan prinsip-prinsip keislaman dan berjuang untuk meraih prestasi di luar maupun di dalam kampus. Ditengah dinamika kampus yang rumit. Penelitian ini mengkaji pengalaman seorang mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa, yang menghadapi tantangan antara idealitas nilai Islam dan realitas kekerasan, baik simbolik maupun fisik, di lingkungan kampus. sehingga mengakibatkan masalah mental. Melalui pendekatan kualitatif, terungkap bahwa tekanan dari lingkungan, konflik nilai nilai Islam, serta ketidakpahaman terhadap ajaran agama menjadi rintangan utama dalam menerapkan nilai-nilai Islam dengan konsisten. Kasus kekerasan, baik berupa intimidasi atau radikalisme, memperkuat retaknya nilai ukhuwah dan musyawarah yang seharusnya menjadi dasar organisasi mahasiswa. Dukungan dari orang tua terbukti sangat penting untuk membantu mahasiswa tetap bertahan dan menjaga nilai-nilai Islam ditengah menghadapi tekanan tersebut. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya perbaikan sistem kaderisasi, penguatan budaya organisasi yang bersifat inklusif, serta perlindungan terhadap hak dan martabat mahasiswa sebagai langkah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa berprestasi.
Copyrights © 2025