Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

A Study of Best Practices in The Professional Performance of Islamic Religious Education Teachers at SMPN 1 Bermani Ilir Alqomar, Shidik Wahidun; Auliya, Siti Khairiyatul; Susilawati, Susilawati; Angel, Tiara; Julia, Arini
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i1.733

Abstract

This study examines the best practices of the Islamic Religious Education (PAI) teacher at SMPN 1 Bermani Ilir, focusing on pedagogical effectiveness, character internalization, and professional competence in classroom management. Using a qualitative descriptive approach, data were gathered through classroom observations, semi-structured interviews, and analysis of instructional documents. The findings reveal that the teacher employs a combination of contextual teaching, interactive learning, moral modeling, value habituation, and reflective dialogue to enhance students’ understanding and internalization of Islamic teachings. Additionally, the teacher demonstrates strong professional competence through structured lesson planning, ethical conduct, emotional intelligence, and adaptive instructional strategies. These best practices contribute significantly to creating a holistic learning environment that supports students’ cognitive, moral, and spiritual development. The study highlights the importance of integrating pedagogical skills, ethical professionalism, and character-based approaches in strengthening the overall quality of PAI instruction.
Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam: Kajian Praktik di SMP Islam Al Azhar 52 Kota Bengkulu Rivaldo, Jorgi; Sartika, Leli; Prastia, Maudi Yolanda; Zikrullah, Muhammad; Julia, Arini
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i1.734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui praktik pembelajaran, keteladanan, dan dukungan institusional di SMP Islam Al Azhar 52 Kota Bengkulu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pedagogik yang adaptif, kontekstual, dan berpusat pada nilai, sehingga mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi keagamaan. Keteladanan guru dalam aspek perilaku, komunikasi, dan spiritualitas menjadi pilar utama yang memperkuat profesionalisme dan membentuk karakter siswa secara efektif. Selain itu, lingkungan sekolah memberikan dukungan signifikan melalui kebijakan, supervisi akademik, pelatihan, fasilitas pembelajaran, serta kultur religius yang kondusif. Secara keseluruhan, temuan penelitian menegaskan bahwa kompetensi profesional guru PAI merupakan hasil dari sinergi antara penguasaan pedagogik, integritas kepribadian, dan dukungan ekosistem sekolah yang berkelanjutan.
Social and Cultural Context in Learning Aqidah Akhlak Julia, Arini; Putri, Kilsi Rusta; Anggraini, Lely; Wijayanti, Milanisti Eki; Pratama, M Ajhi
Global Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i1.178

Abstract

This study examines the social and cultural contexts that shape the effectiveness of Aqidah Akhlak learning in Indonesia’s multicultural society, where diverse traditions simultaneously support and challenge the internalization of Islamic values. The research aims to analyze how local culture influences students’ religious understanding, identify the pedagogical challenges teachers face in pluralistic environments, and formulate responsive strategies to strengthen faith and moral education. Using a qualitative literature review method, the study synthesizes findings from books, accredited national journals, and recent international research related to Islamic education, multiculturalism, and contextual learning. The results reveal that local cultural values such as cooperation, respect, and communal harmony reinforce Islamic moral concepts, whereas syncretic practices and mystical beliefs may hinder the development of pure monotheistic understanding. Teachers therefore function as cultural interpreters, role models, and facilitators of contextual learning who bridge Islamic teachings with students’ sociocultural realities. The study concludes that integrating sociocultural awareness, exemplary conduct, and contextual strategies can enhance the relevance and meaningfulness of Aqidah Akhlak learning. Its primary contribution lies in offering a conceptual model that links multicultural pedagogy, contextual teaching, and Islamic moral formation, providing a foundation for developing culturally responsive Islamic education.Bottom of Form
Iman Kepada Taqdir (Qadar) Dan Relevansinya Terhadap Pembentukan Akhlak Dalam Kehidupan Muslim Indamasari, Desti; Julia, Arini; Agustina, Soliha; Bitaqwa, Ridho; Akbar, Muhammad Ahlaktul; Alfaruq, Faiz
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.836

Abstract

Iman kepada takdir (qadar) merupakan aspek fundamental dalam akidah Islam yang berfungsi sebagai landasan spiritual dan moral bagi seorang Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman takdir dan pembentukan akhlak dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan. Data diperoleh dari literatur akidah, tafsir, jurnal kontemporer, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan terhadap takdir berperan dalam membangun kepribadian sabar, tawakal, rendah hati, serta mencegah perilaku putus asa maupun arogan. Pemahaman takdir secara proporsional juga memperkuat rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta kesadaran moral peserta didik. Dari perspektif psikologis, iman kepada takdir terbukti meningkatkan ketahanan emosional dan membantu individu mengelola stres, kecemasan, serta dinamika kehidupan modern dengan lebih stabil. Secara sosial, pemahaman takdir memengaruhi pembentukan perilaku positif seperti empati, sikap moderat, dan kemampuan menjaga keharmonisan lingkungan. Dengan demikian, takdir dalam Islam memiliki relevansi yang signifikan bagi pembentukan akhlak dan kualitas spiritual, sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan pribadi dan sosial seorang Muslim.
Retaknya Nilai Islam dalam Organisasi Mahasiswa: Antara Idealitas dan Kekerasan Aswandi, Nadiya Stefhany; Aroby, Maulana Yusuf; Putra, Deko Rio; Julia, Arini
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.854

Abstract

Fenomena retaknya nilai-nilai Islam dalam organisasi mahasiswa sering dialami oleh individu yang berupaya menerapkan prinsip-prinsip keislaman dan berjuang untuk meraih prestasi di luar maupun di dalam kampus. Ditengah dinamika kampus yang rumit. Penelitian ini mengkaji pengalaman seorang mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa, yang menghadapi tantangan antara idealitas nilai Islam dan realitas kekerasan, baik simbolik maupun fisik, di lingkungan kampus. sehingga mengakibatkan masalah mental. Melalui pendekatan kualitatif, terungkap bahwa tekanan dari lingkungan, konflik nilai nilai Islam, serta ketidakpahaman terhadap ajaran agama menjadi rintangan utama dalam menerapkan nilai-nilai Islam dengan konsisten. Kasus kekerasan, baik berupa intimidasi atau radikalisme, memperkuat retaknya nilai ukhuwah dan musyawarah yang seharusnya menjadi dasar organisasi mahasiswa. Dukungan dari orang tua terbukti sangat penting untuk membantu mahasiswa tetap bertahan dan menjaga nilai-nilai Islam ditengah menghadapi tekanan tersebut. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya perbaikan sistem kaderisasi, penguatan budaya organisasi yang bersifat inklusif, serta perlindungan terhadap hak dan martabat mahasiswa sebagai langkah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa berprestasi.