Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif perbedaan karakteristik asesmen pada ranah pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta penerapannya secara holistik dalam konteks Kurikulum Merdeka. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), kajian ini menelaah teori taksonomi Bloom, revisi Anderson & Krathwohl, teori afektif Krathwohl, dan teori psikomotorik Simpson serta Dave, kemudian mengintegrasikannya dengan konsep asesmen autentik PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen kognitif dalam PAI harus mencakup empat dimensi pengetahuan, yaitu faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif, untuk mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pada ranah afektif, penelitian ini mengembangkan konsep “afeksi religius holistik” yang menilai keseimbangan antara kesadaran spiritual, kesalehan sosial, dan tanggung jawab moral. Instrumen seperti spiritual diary, skala sikap keikhlasan, dan observasi perilaku terbukti efektif untuk melihat internalisasi nilai peserta didik. Pada ranah psikomotorik, asesmen tidak hanya berfokus pada ketepatan gerakan ibadah, tetapi juga pada kemampuan peserta didik mempraktikkan nilai Rahmatan lil ‘Alamin melalui proyek nyata dalam Kurikulum Cinta, seperti merawat lingkungan, menolong sesama, dan menunjukkan kasih sayang terhadap makhluk hidup. Temuan penelitian menegaskan pentingnya asesmen PAI yang terintegrasi, autentik, dan transformatif agar tujuan pembelajaran Islam yang menyatukan iman, ilmu, dan amal dapat diwujudkan secara nyata. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis maupun praktis bagi pengembangan asesmen PAI yang lebih holistik dan sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
Copyrights © 2026