Urgensi studi ini dipicu oleh lemahnya daya analisis dan kemampuan evaluasi peserta didik dalam menyaring ledakan informasi di ruang siber. Studi ini dirancang guna memvalidasi secara faktual pengaruh kompetensi digital serta otonomi belajar terhadap ketajaman nalar kritis murid kompetensi keahlian MPLB di SMKN 51 Jakarta. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei, peneliti menjaring 138 responden menggunakan prosedur stratified proportional random sampling, yang kemudian diolah melalui analisis regresi linear berganda berbasis SPSS. Temuan riset mengonfirmasi bahwa kecakapan mengelola media digital secara kritis serta kedisiplinan dalam mengatur pola belajar mandiri berkontribusi nyata pada peningkatan kapasitas berpikir kritis. Sinergi antara faktor literasi digital dan motivasi internal ini memiliki andil sebesar 47,1% dalam membentuk profil berpikir kritis siswa, yang menegaskan pentingnya kedua elemen tersebut bagi lulusan vokasi di masa depan.
Copyrights © 2026