Kemajuan ilmu kedokteran modern, khususnya dalam bidang transplantasi organ, telah membawa manfaat besar bagi kemanusiaan, tetapi juga menimbulkan dilema etis dan teologis dalam konteks Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Maqāṣid al-Syarī‘ah sebagai landasan etika medis Islam yang dapat memberikan panduan moral terhadap praktik transplantasi organ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) yang bersifat normatif-filosofis. Data dikumpulkan dari literatur klasik dan kontemporer, termasuk karya Al-Ghazali, Al-Shatibi, Kamali, serta sumber-sumber modern terkait bioetika Islam dan fatwa kontemporer tentang transplantasi organ. Analisis dilakukan melalui pendekatan content analysis dengan menelaah prinsip-prinsip maqāṣid seperti ḥifẓ al-nafs (pelestarian kehidupan), maṣlaḥah (kemaslahatan), dan lā ḍarar wa lā ḍirār (tidak menimbulkan bahaya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maqāṣid al-Syarī‘ah dapat berfungsi sebagai paradigma etika medis Islam yang rasional, humanistik, dan kontekstual. Transplantasi organ dinilai etis selama bertujuan menyelamatkan nyawa, tidak bersifat komersial, dan dilakukan sesuai prinsip keadilan serta tanggung jawab moral. Integrasi antara maqāṣid dan prinsip bioetika modern menghasilkan model maqāṣidic ethics yang dapat menjembatani norma Islam dan praktik kedokteran kontemporer. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat posisi maqāṣid sebagai kerangka etik universal; secara praktis, ia memberikan panduan bagi dokter, lembaga fatwa, dan rumah sakit Islam. Dengan demikian, Maqāṣid al-Syarī‘ah relevan sebagai fondasi moral dalam menghadapi tantangan bioetika global.
Copyrights © 2026