Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko pada kasus robohnya bangunan mushala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo. Peristiwa tersebut menimbulkan dampak fatal berupa korban jiwa dalam jumlah besar serta kerugian material yang signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi risiko, penilaian risiko, pengukuran risiko, serta pemetaan risiko menggunakan matriks risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko keselamatan fisik berada pada kategori ekstrem, sedangkan risiko kelembagaan dan reputasi pemerintah tergolong tinggi. Risiko psikologis dan finansial berada pada kategori sedang namun berdampak jangka panjang terhadap kepercayaan masyarakat. Nilai rata-rata risiko keseluruhan berada pada kategori tinggi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kegagalan utama terletak pada tidak diterapkannya sistem manajemen risiko secara terstruktur, tidak adanya pengawasan teknis bangunan, serta lemahnya budaya kesadaran risiko di lingkungan lembaga pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen risiko harus diintegrasikan secara komprehensif ke dalam tata kelola lembaga pendidikan guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.
Copyrights © 2025