Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gegar Budaya Terhadap Model Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Pada Program International Credit Transfer di Filipina Azizah Pratiwi; Mentari Sukma Yanti; Ayu Arnita; Ami Asnaini; Sitti Indah Mardia; Tri Indah Rusli
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v3i4.1530

Abstract

Visiting foreign countries, individuals often encounter cultural shock,and this holds true for students participating in the International Credit Transfer program while pursuing their studies in the Philippines. Effective adaptation and communication are essential in navigating these cultural challenges. This research aims to explore the impact of culture shock on cross-cultural communication among students attending lectures in the Philippines. Qualitative research methods, including fenomenology approaches,observation, and interviews, were employed to collect data. The participant selection method utilized purposive sampling. Data from observations and interviews were analyzed using thematic analysis. The findings reveal that students engaged in exchange programs in the Philippines experience culture shock. This research classifies the causes of culture shock among exchange students in the Philippines into internal and external factors. Furthermore, the study demonstrates that successful adaptation to culture shock occurs during the final stage, as evidenced by cultural adaptation actions taken by students participating in the International Credit Transfer program in the Philippines.
Budaya dan Iklim Organisasi Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Azizah Pratiwi; Siti Nurul Salma; Ermita; Fifin Wildanah
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 2 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this paper is to find out how organizational culture and climate affect student discipline in schools or educational institutions. This study uses a literature study method. Disciplined character must be instilled when children are at school. If the school has a good social environment and maintains the value of discipline, students will also develop into disciplined and responsible personalities. To foster this discipline value, all school residents must also apply the value of discipline in themselves, starting from the principal, teachers, staff and other educational professionals. A conducive and calm organizational climate and climate will affect the attitude of discipline in students. The culture or climate in schools will affect the process and also the results of student education at school. In the school environment, teachers play an important role in creating conditions that foster character values. Teacher behavior influences students' personalities by creating an environment in schools with values such as character building, independence and integrity.
DINAMIKA NILAI (VALUES) DAN SIKAP (ATTITUDES) DALAM MEMBENTUK BUDAYA KERJA DI LEMBAGA PENDIDIKAN Azizah Pratiwi; Oktaviani Safitri; Novriyanti Achyar
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xpg1p115

Abstract

Budaya kerja di lembaga pendidikan tidak terbentuk secara instan, melainkan berkembang melalui interaksi berkelanjutan antara nilai-nilai yang dianut warga sekolah dan sikap yang ditampilkan dalam praktik keseharian. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana nilai dan sikap saling berpengaruh dalam membangun budaya kerja yang produktif, etis, dan berorientasi pada mutu layanan pendidikan. Melalui pendekatan studi literatur, berbagai sumber ilmiah dianalisis untuk memahami peran nilai personal, nilai organisasi, serta sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesesuaian antara nilai individu dan nilai institusi berkontribusi besar terhadap pembentukan budaya kerja positif. Selain itu, sikap seperti komitmen, tanggung jawab, integritas, dan keterbukaan menjadi faktor penguat yang mendorong tercapainya kinerja organisasi yang efektif. Dengan demikian, penguatan nilai dan sikap menjadi elemen kunci dalam menciptakan budaya kerja yang mendukung efektivitas organisasi dan peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Artikel ini menegaskan bahwa dinamika nilai dan sikap perlu dikelola secara strategis untuk memperkuat budaya kerja yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA KASUS AMBRUKNYA BANGUNAN PONDOK PESANTREN AL KHOZIY DI SIDOARJO TAHUN 2025 Azizah Pratiwi; Anggellyca Desdila Hamndani; Dhea Amanda Putri; Dinda Amanda Saqira; Tahany Nabila Putri; Wahyu Pratama; Tia Ayu Ningrum
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/n6zes905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko pada kasus robohnya bangunan mushala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo. Peristiwa tersebut menimbulkan dampak fatal berupa korban jiwa dalam jumlah besar serta kerugian material yang signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi risiko, penilaian risiko, pengukuran risiko, serta pemetaan risiko menggunakan matriks risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko keselamatan fisik berada pada kategori ekstrem, sedangkan risiko kelembagaan dan reputasi pemerintah tergolong tinggi. Risiko psikologis dan finansial berada pada kategori sedang namun berdampak jangka panjang terhadap kepercayaan masyarakat. Nilai rata-rata risiko keseluruhan berada pada kategori tinggi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kegagalan utama terletak pada tidak diterapkannya sistem manajemen risiko secara terstruktur, tidak adanya pengawasan teknis bangunan, serta lemahnya budaya kesadaran risiko di lingkungan lembaga pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen risiko harus diintegrasikan secara komprehensif ke dalam tata kelola lembaga pendidikan guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.