Manajemen sekolah merupakan suatu proses yang kompleks dan dinamis karena melibatkan berbagai komponen, seperti sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pembiayaan, serta hubungan dengan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, sekolah tidak terlepas dari berbagai potensi risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan pendidikan. Risiko tersebut dapat bersumber dari faktor internal, seperti kesalahan pengambilan keputusan, lemahnya sistem pengawasan, keterbatasan sumber daya, dan rendahnya disiplin kerja; maupun faktor eksternal, seperti perubahan kebijakan pemerintah, kondisi sosial ekonomi, serta bencana alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian risiko yang efektif dalam manajemen sekolah agar kegiatan pendidikan berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur terhadap berbagai sumber ilmiah tentang manajemen risiko di lembaga pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pengendalian risiko di sekolah meliputi empat tahapan penting, yaitu identifikasi dan analisis risiko, perencanaan strategi pengendalian, implementasi kebijakan mitigasi, serta evaluasi dan monitoring secara berkelanjutan. Kepala sekolah memiliki peran utama dalam mengoordinasikan seluruh elemen sekolah, membangun komunikasi yang efektif, dan menciptakan budaya partisipatif dalam pengelolaan risiko. Melalui penerapan strategi pengendalian risiko yang sistematis dan terukur, sekolah dapat meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan, memperkuat tata kelola organisasi, serta menjamin mutu layanan pendidikan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025