Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Work Life Balance, Kesehatan Mental, dan Keadilan Organisasi terhadap Keterikatan Karyawan pada perusahaan manufaktur di kawasan industri Cikarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menguji hubungan sebab akibat antarvariabel. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang dibagikan kepada 55 karyawan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria masa kerja dan status keaktifan. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work Life Balance dan Keadilan Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterikatan Karyawan, sedangkan Kesehatan Mental tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan 70,6% variasi Keterikatan Karyawan, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan organisasi yang adil, dukungan keseimbangan kerja–kehidupan, serta praktik manajemen sumber daya manusia yang transparan untuk memperkuat komitmen, loyalitas, dan partisipasi karyawan dalam mencapai tujuan organisasi.
Copyrights © 2025