Artikel ini menyajikan tinjauan integratif mengenai kontribusi psikologi pengembangan organisasi dalam memperkuat efektivitas perubahan serta meningkatkan kesejahteraan guru di satuan pendidikan dasar. Perubahan organisasi di sekolah dasar seringkali gagal bukan karena kelemahan kebijakan, melainkan karena ketidaksiapan psikologis individu dan organisasi. Oleh karena itu, kajian ini menelaah literatur nasional dan internasional (2014–2024) menggunakan pendekatan Integrative Literature Review untuk mensintesis peran psikologi dalam mendorong transformasi sekolah yang berkelanjutan. Kebaruan studi ini terletak pada pengajuan Model Psikologi Pengembangan Organisasi Berpusat pada Manusia (Human-Centric Model), yang memosisikan kesejahteraan guru (teacher well-being) tidak hanya sebagai hasil akhir (outcome), tetapi sebagai variabel mediasi utama dan penggerak dalam proses perubahan sekolah yang efektif. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi sekolah dasar memerlukan keseimbangan antara aspek struktural dan psikologis, di mana kesiapan psikologis guru adalah prasyarat fundamental. Perubahan institusional sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan transformatif kepala sekolah dan budaya pembelajaran reflektif. Psikologi terapan berperan signifikan melalui intervensi seperti Action Research, Coaching, dan pendekatan Positive Organizational Behavior (POB) yang efektif memperkuat Modal Psikologis (Psychological Capital/PsyCap) guru (HERO: Hope, Self-efficacy, Resilience, Optimism). Hasil sintesis menegaskan bahwa efektivitas perubahan sekolah (outcome) dipengaruhi oleh Kepemimpinan Transformatif (antecedent) melalui mediasi PsyCap (Mediator 1) dan Kesejahteraan Eudaemonik Guru (Mediator 2), yang menumbuhkan Organizational Commitment. Kesimpulannya, pengembangan organisasi pendidikan harus berpusat pada strategi intervensi psikologis yang mengedepankan kolaborasi dan kesejahteraan guru sebagai inti dari transformasi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025