Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah secara fundamental strategi pemasaran digital, khususnya dalam membentuk perilaku konsumsi Generasi Z yang sangat dipengaruhi oleh budaya Fear of Missing Out (FOMO). Menjelang periode Tahun Baru, intensitas penggunaan media sosial dan eksposur konten berbasis algoritma meningkat secara signifikan, sehingga memperkuat dorongan konsumsi berbasis tekanan sosial dan persepsi urgensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam membentuk budaya FOMO Generasi Z serta implikasinya terhadap strategi pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka dan analisis deskriptif terhadap 29 artikel terpilih yang diterbitkan pada periode 2021–2025, yang diperoleh melalui Google Scholar dan sumber daring kredibel lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI melalui algoritma media sosial, sistem rekomendasi, dan iklan tertarget berperan sebagai penguat utama budaya FOMO, yang mendorong keterlibatan emosional dan keputusan pembelian impulsif pada Gen Z. Bagi UMKM, pemanfaatan AI membuka peluang peningkatan visibilitas dan penjualan, namun juga menghadirkan risiko kelelahan digital dan penurunan kepercayaan konsumen jika tidak dikelola secara etis. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pemasaran berbasis AI yang berkelanjutan, berorientasi nilai, dan sensitif terhadap dinamika psikologis konsumen muda.
Copyrights © 2025