Diabetes melitus tipe 2 memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dengan riwayat keluarga sebagai faktor risiko genetik utama yang memengaruhi glukosa darah puasa (GDP), terutama pada mahasiswa kedokteran yang rentan stres akademik. Membandingkan GDP antara mahasiswa Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo dengan dan tanpa riwayat keluarga DM tipe 2. Studi observasional analitik cross-sectional pada 191 mahasiswa (total sampling). Instrumen meliputi glukometer fotometrik dan kuesioner Google Form. Analisis menggunakan SPSS 16.0 dengan uji t independen (p<0,05). Kelompok berriwayat keluarga (n=100) memiliki rerata GDP 97,90±10,26 mg/dL, lebih tinggi dibanding tanpa riwayat (n=91; 89,90±9,37 mg/dL) dengan t=-5,605 (p<0,001). Proporsi prediabetes 45% vs 12,1%. Kesimpulannya Riwayat keluarga signifikan meningkatkan GDP, merekomendasikan skrining rutin dan edukasi gaya hidup pada mahasiswa berisiko tinggi.
Copyrights © 2026