Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingginya Minat Pengguna Kontrasepsi Hormonal Dibandingkan Non Hormonal Edwina Rugaiya Monayo
Jambura Nursing Journal Vol 3, No 2: July 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v3i2.11339

Abstract

Penggunaan kontrasepsi hormonal hingga saat ini masih menjadi pilihan metode kontrasepsi yang populer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya minat kontrasepsi hormonal dibandingkan kontrasepsi non hormonal. Desain penelitian ini adalah studi analitik komparatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi hormonal atau non hormonal, berusia di atas 30 tahun dan jumlah anak lebih dari 2. Dari hasil penelitian diketahui ada hubungan antara faktor pengetahuan (p value = 0,000), sikap ibu ( p value = 0,010), pendapatan (p value = 0,000) dan informasi KB (p value = 0,000) terhadap tingginya minat kontrasepsi hormonal dibandingkan kontrasepsi non hormonal. Sedangkan untuk faktor dukungan suami (p value = 0,980), tidak terdapat hubungan dengan minat kontrasepsi hormonal yang tinggi dibandingkan kontrasepsi non hormonal. Dapat disimpulkan bahwa lebih banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan alat kontrasepsi hormonal dibandingkan kontrasepsi nonhormonal.
Pengaruh Stretching Exercise Terhadap Penurunan Skala Nyeri Sendi Lutut Pada Pasien Osteoartrtis Edwina R Monayo; Fenti Akuba
Jambura Nursing Journal Vol 1, No 1: January 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v1i1.2074

Abstract

Osteoartritis merupakan suatu penyakit sendi degeneratif yang terjadi karena proses inflamasi kronis pada sendi dan tulang sekitar sendi. Salah satu penatalaksanaan non Farmakologi yaitu dengan stretching exercise. Stretching Exercise dapat mengurangi nyeri sendi lutut dengan mengunakan tekhnik latihan gerakan tubuh baik secara aktif maupun pasif. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Stretching Exercise Terhadap Penurunan Skala Nyeri Sendi Lutut pada Pasien Osteoartritis. Jenis penelitian adalah pra eksperiment dengan pretest and postest one group design. Penelitian dilaksanakan Di Puskesmas Kota Selatan Kota Gorontalo. Populasi seluruh pasien Osteoartritis di Puskesmas Kota Selatan Kota Gorontalo dengan Jumlah sampel yang diperoleh dari tekhnik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh stretching exercise terhadap penurunan skala nyeri sendi lutut pada pasien Osteoartritis dengan p-value (0,000) ? (0,05). Saran diharapkan agar terapi ini dapat diberikan dalam upaya pencegahan serta penanganan nyeri sendi lutut atau gangguan muskuloskeletal.
Pengetahuan Dan Minat Vaksinasi Covid-19 Masyarakat di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango Edwina Rugaiah Monayo
Jambura Nursing Journal Vol 4, No 1: January 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v4i1.13476

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia saat ini, telah menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi di seluruh dunia. Program vaksinasi yang diberikan pemerintah Indonesia bertujuan menanggulangi pandemi Covid-19. Hasil beberapa survey menunjukkan masih banyak masyarakat Indonesia yang menolak divaksin Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan minat masyarakat Kota Gorontalo Dan Kabupaten Bone Bolango terhadap vaksinasi Covid-19.Desain penelitian merupakan penelitian deskriptif. Populasi adalah masyarakat di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango yang bukan berlatar belakang pendidikan kesehatan. Pengambilan sampel secara purposive sampling, dengan kriteria sampel usia 18-80 tahun. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-September 2021. Hasil penelitian adalah sebesar yaitu 70 responden (50%) memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang vaksinasi Covid-19, 38 responden (27%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dan 32 responden (23%) memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang vaksinasi Covid-19. Untuk minat responden, yang berminat untuk dilakukan vaksinasi Covid-19 yaitu 78 responden (56%), dan yang tidak berminat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 juga masih cukup tinggi, yaitu 62 responden (44%). Kesimpulan sebagian besar masyarakat Gorontalo memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang vaksinasi Covid-19 dan berminat untuk dilakukan vaksinasi Covid-19.
Efek Samping Penggunaan Kontrasepsi Hormonal di Wilayah Kerja Puskesmas Buhu Kabupaten Gorontalo Edwina R Monayo; Ita Sulistiani Basir; Rinda Maharani Yusuf
Jambura Nursing Journal Vol 2, No 1: January 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v2i1.6860

Abstract

Saat ini KB Hormonal masih menjadi pilihan metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan. Metode kontrasepsi juga mempunyai berbagai macam efek samping yang ditimbulkan pada pengguna kontrasepsi hormonal yaitu ; adanya gangguan siklus menstruasi, perubahan berat badan, mual/muntah, pusing/ sakit kepala, jerawat dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal di wilayah kerja Puskesmas Buhu Kabupaten Gorontalo. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu pengguna kontrasepsi hormonal yang ada di wilayah kerja Puskesmas Buhu. Hasil penelitian ditemukan efek samping dari penggunaan kontrasepsi pil dari 17 responden yang tertinggi yaitu sebanyak 12 responden mengalami kenaikan berat badan (70.6), pada kontrasepsi suntik dari 61 responden yang tertinggi yaitu sebanyak 42 responden mengalami kenaikan berat badan (68.9%), dan pada kontrasepsi implant dari 35 responden yang tertinggi yaitu sebanyak 25 responden mengalami kenaikan berat badan (71.4%).
Perbandingan Glukosa Darah Puasa Dengan dan Tanpa Riwayat Keluarga Diabetes Melitus Tipe 2 Medi Rahman; Sitti Rahma; Edwina Rugaiah Monayo; Yuniarty Antu; Sri Andriani Ibrahim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6172

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dengan riwayat keluarga sebagai faktor risiko genetik utama yang memengaruhi glukosa darah puasa (GDP), terutama pada mahasiswa kedokteran yang rentan stres akademik. Membandingkan GDP antara mahasiswa Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo dengan dan tanpa riwayat keluarga DM tipe 2. Studi observasional analitik cross-sectional pada 191 mahasiswa (total sampling). Instrumen meliputi glukometer fotometrik dan kuesioner Google Form. Analisis menggunakan SPSS 16.0 dengan uji t independen (p<0,05). Kelompok berriwayat keluarga (n=100) memiliki rerata GDP 97,90±10,26 mg/dL, lebih tinggi dibanding tanpa riwayat (n=91; 89,90±9,37 mg/dL) dengan t=-5,605 (p<0,001). Proporsi prediabetes 45% vs 12,1%. Kesimpulannya Riwayat keluarga signifikan meningkatkan GDP, merekomendasikan skrining rutin dan edukasi gaya hidup pada mahasiswa berisiko tinggi.
METODE PHYSIOEX®️ DAN KOMBINASI DENGAN KONVENSIONAL DALAM PRAKTIKUM FISIOLOGI RESPIRASI MAHASISWA KEDOKTERAN : SUATU PERBANDINGAN Rahman, Devi Aulia Putri Nurindah; Pateda, Sri Manovita; Pantow, Sefry M.; Yusuf, Muhamad Nur Syukriani; Monayo, Edwina Rugaiah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54495

Abstract

Penguasaan praktikum fisiologi respirasi sangat penting bagi mahasiswa kedokteran karena berhubungan langsung dengan pemahaman fungsi vital sistem pernapasan. Laboratorium virtual PhysioEx® telah digunakan sebagai media utama praktikum, namun hasil evaluasi menunjukkan tingkat kelulusan dan rata-rata nilai praktikum masih rendah. Praktikum konvensional memberikan penjelasan konseptual dam pengalaman langsung dalam pengukuran parameter fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pembelajaran praktikum fisiologi respirasi yang lebih efektif, dengan membandingkan penggunaan PhysioEx® saja dengan kombinasi praktikum konvensional dan PhysioEx® pada mahasiswa kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan rancangan true experimental dengan desain pretest–posttest control group pada 58 mahasiswa yang dibagi secara acak menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Penguasaan praktikum diukur menggunakan tes pilihan ganda pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan uji paired t-test, Wilcoxon, independent t-test, dan Mann–Whitney U sesuai hasil uji normalitas. Kedua kelompok menunjukkan peningkatan skor yang signifikan antara pretest dan posttest, menunjukkan bahwa baik PhysioEx® tunggal maupun kombinasi metode mampu meningkatkan penguasaan praktikum. Namun, uji perbandingan antar kelompok pada nilai posttest menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Kombinasi praktikum konvensional dan PhysioEx® lebih efektif dibandingkan penggunaan PhysioEx® saja dalam meningkatkan penguasaan praktikum fisiologi respirasi mahasiswa kedokteran.
Resistensi Rifampisin Pasien TB Paru: Gambaran TCM dan Riwayat Pengobatan di RSUD Aloei Saboe Marha Adlita Qayla Bahsuan; Nanang Roswita Paramata; Mohammad Zukri Antuke; Edwina R. Monayo; Yuniarty Antu
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2480

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru tetap menjadi ancaman kesehatan global utama, khususnya TB resisten rifampisin (RR) yang menyulitkan pengobatan dan pengendalian di negara berbeban tinggi seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hasil pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM) dan riwayat pengobatan sebelumnya terkait kejadian RR pada pasien TB paru. Studi deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menganalisis 75 pasien dari populasi 82 kasus TB paru yang menjalani TCM di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo (Januari–April 2025), dipilih melalui simple random sampling. Data diekstrak dari rekam medis menggunakan lembar observasi terstruktur yang mencakup demografi, hasil TCM (MTB detected dengan RR detected/RR not detected), dan riwayat pengobatan (TB baru vs. riwayat sebelumnya). Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase melalui SPSS versi 26. Hasil menunjukkan 80% RR not detected dan 20% RR detected, dengan kecenderungan RR lebih tinggi pada laki-laki (73,3%), kelompok usia 36–55 tahun, pendidikan dasar, pekerjaan berisiko rendah sosial-ekonomi, serta pasien dengan riwayat pengobatan sebelumnya (41,3%). TCM terbukti efektif mendeteksi RR yang utamanya berkaitan dengan riwayat pengobatan, sehingga diperlukan skrining terarah dan edukasi kepatuhan untuk mencegah transmisi.
Hubungan Self Stigma dan Self Efficacy dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien TB Paru Nadia Hamzah; Edwina R. Monayo; Sartika Sartika
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kmjddr17

Abstract

This study aimed to analyze the association between self-stigma, self-efficacy, and adherence to Anti-Tuberculosis Drug (ATD) treatment among pulmonary tuberculosis patients. This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The results showed a significant association between self-stigma and adherence to ATD treatment (p-value < 0.05), as well as a significant association between self-efficacy and adherence to ATD treatment (p-value < 0.05). In conclusion, self-stigma and self-efficacy are psychological factors associated with adherence to ATD treatment among pulmonary tuberculosis patients. Lower levels of self-stigma and higher levels of self-efficacy are associated with better patient adherence throughout the course of treatment.   Keywords: Medication Adherence, Pulmonary Tuberculosis, Self-Efficacy, Self-Stigma  
Analisis Faktor Gaya Hidup yang Berkontribusi terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja Afriyani Dengo; Edwina Rugaiah Monayo; Nur Ayun R. Yusuf
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/vg87vb40

Abstract

This study aimed to identify lifestyle factors contributing to obesity among adolescents at MAN 1 Gorontalo City. The study employed a quantitative method with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. The results showed significant relationships between physical activity and obesity incidence (p-value = 0.000), dietary patterns and obesity incidence (p-value = 0.001), as well as sleep patterns and obesity incidence (p-value = 0.001). In conclusion, physical activity, dietary patterns, and sleep patterns are lifestyle factors associated with obesity among adolescents at MAN 1 Gorontalo City. Lower levels of physical activity, poorer dietary habits, and inadequate sleep patterns increase the risk of obesity among adolescents.   Keywords: Lifestyle Factors, Obesity, Adolescents
Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup Pasien Kanker Vina Noviani; Edwina Rugaiah Monayo; Sri Yulian Hunowu
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/81trsr22

Abstract

This study aims to determine the family support and quality of life of cancer patients at the Surgical Oncology Specialist Clinic in Gorontalo City. The method used in this study was quantitative with a descriptive design. The results showed that the majority of respondents received high levels of family support (43 respondents (89.6%). Quality of life on the functional scale was mostly in the good category (37 respondents (77.1%), quality of life on the symptom scale was mostly in the mild category (33 respondents (68.8%), and quality of life on the global scale was mostly in the good category (25 respondents (52.1%). In conclusion, cancer patients at the Surgical Oncology Specialist Clinic in Gorontalo City generally have high levels of family support and a relatively good quality of life. Optimal family support needs to be maintained to improve patient well-being during treatment.   Keywords: Family Support, Quality of Life, Cancer Patients