Kolam kocehan merupakan salah satu elemen pada area wudhu masjid berupa bak berisi air bersih yang difungsikan untuk mencuci kaki sebelum atau sesudah berwudhu. Keberadaannya pada sejumlah masjid menimbulkan pertanyaan mengenai fungsi, relevansi, serta kesesuaiannya dengan prinsip arsitektural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi kolam kocehan ditinjau dari aspek arsitektural, memperluas literatur terkait, serta merumuskan rekomendasi desain yang ideal bagi penerapannya pada ruang wudhu masjid. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, survei lapangan pada tujuh masjid di Kota Semarang dan Demak yang memiliki kolam kocehan, serta wawancara dengan pakar arsitektur dan tokoh masyarakat untuk memperkuat data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolam kocehan pada tiap masjid memiliki variasi ukuran, material, dan konstruksi, namun tidak menjadi elemen wajib dalam rancangan ruang wudhu. Meskipun demikian, apabila akan diterapkan, penelitian ini merekomendasikan ukuran standar panjang 110 cm, lebar 95 cm, dan kedalaman 27–30 cm, dengan material keramik semi kasar serta penyangga kaki berbahan galvanis atau stainless. Konstruksi yang disarankan adalah pasangan batu bata guna mendukung kekokohan dan kenyamanan penggunaan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perancangan ruang wudhu masjid, sehingga keberadaan kolam kocehan tetap fungsional, higienis, dan sesuai dengan prinsip arsitektur Islam.
Copyrights © 2025