Penelitian ini menganalisis respons pedagang UMK telur ayam ras terhadap fluktuasi harga ekstrem di Pasar Sememi Surabaya, di mana harga mencapai Rp30.500/kg. Tujuan utama adalah mengidentifikasi pola pricing dan stocking serta rasionalitas operasional (sosial vs kapital) sebagai strategi survival. Menggunakan desain kualitatif Etnografi Bisnis, populasi seluruh pedagang UMK dengan sampel dua informan kunci (contrasting cases: konservatif dan oportunistik). Instrumen meliputi observasi partisipatif 18 minggu, wawancara mendalam, dan data harga resmi; analisis melalui triangulasi dan coding tematik. Hasil menunjukkan dualisme strategi: Pedagang A (pricing kompetitif, stocking 10.6 kg/hari, rasionalitas sosial) versus Pedagang B (pricing premium Rp500-1.500, stocking 9.6 kg/hari, rasionalitas kapital). Kesimpulan menegaskan sintesis risiko ekonomi-sosial sebagai kunci adaptasi UMK, dengan implikasi kebijakan dukungan modal dan peringatan harga dini.
Copyrights © 2026