Budaya keselamatan kerja pada penyajian makanan memiliki peran penting dalam melindungi tenaga kerja serta mencegah terjadinya kecelakaan kerja di rumah sakit. Instalasi gizi merupakan salah satu unit penunjang pelayanan yang memiliki potensi risiko keselamatan kerja, khususnya pada proses distribusi dan penyajian makanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan budaya keselamatan kerja pada penyajian makanan di instalasi gizi RSKIA Sawojajar Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan empat informan yang terlibat langsung dalam kegiatan penyajian makanan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam (in-depth interview), kemudian dianalisis menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) dalam kegiatan penyajian makanan masih terbatas, pelatihan K3 khusus bagi tenaga instalasi gizi belum tersedia, serta pemahaman terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja belum merata. Selain itu, budaya pelaporan insiden keselamatan kerja masih rendah, dan keterbatasan fasilitas kerja serta ketergantungan pada pihak ketiga turut memengaruhi penerapan keselamatan kerja. Penguatan budaya keselamatan kerja perlu dilakukan melalui peningkatan pengawasan, sosialisasi SOP, penyelenggaraan pelatihan K3 yang spesifik, serta perbaikan fasilitas pendukung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi perbaikan sistem keselamatan kerja pada instalasi gizi rumah sakit serta sebagai rujukan bagi pengembangan penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2026