Perkembangan praktik kefarmasian menuntut apoteker untuk menerapkan pharmaceutical care yang berorientasi pada pasien guna meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien di apotek komunitas. Namun, implementasi pharmaceutical care di apotek masih bervariasi dan belum seluruhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat implementasi pharmaceutical care serta pengaruhnya terhadap kepuasan pasien di apotek Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan metode cross-sectional. Sampel terdiri dari 120 pasien apotek yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis regresi linier sederhana dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat implementasi pharmaceutical care berada pada kategori baik (skor rata-rata 4,00 ± 0,49), sementara tingkat kepuasan pasien berada pada kategori puas (skor rata-rata 4,10 ± 0,47). Analisis regresi menunjukkan bahwa implementasi pharmaceutical care berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien (β = 0,682; p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 46,5%. Implementasi pharmaceutical care berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien di apotek Kota Makassar. Peningkatan kualitas penerapan pharmaceutical care berpotensi meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian.
Copyrights © 2026