Tulisan ini bertujuan untuk menelaah pemikiran dan aspek lokalitas Tafsir al-Ibrīz yang merupakan karya ulama Indonesia bernama KH. Bisri Mustofa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber primer berupa teks Tafsir al-Ibrīz dan sumber sekunder berupa buku, artikel, dan karya tulis lain yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah pustaka, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir al-Ibrīz ditulis dengan menggunakan metode ijmālī dengan corak tafsir adabi ijtima’i, dan disajikan dengan pendekatan fikih dan tasawuf. Pemikiran KH. Bisri Mustofa dalam tafsir al-Ibriz mencakup pemahaman akidah akan hal-hal ghaib, penafsiran hukum syariah, dan pentingnya akhlak dalam praktik agama. Aspek lokalitas tafsir ini tercermin dalam penggunaan bahasa Jawa Pegon sebagai bahasa sehari-hari pengarang, serta pengaplikasian unggah-ungguh beretika dalam penyajian teks. Meskipun terdapat kelebihan dan kekurangan, tafsir ini mendapat respon dan komentar positif dari masyarakat terlihat dari antusias Masyarakat dalam mengikuti kajian-kajian di berbagai pesantren. Tafsir al-Ibrīz bukan hanya sebuah karya tafsir, tetapi juga warisan budaya yang penting dalam pemahaman agama Islam di Indonesia.
Copyrights © 2026