Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Laki-Laki Sebagai Pelindung Dan Pemelihara Dalam Tafsir Lintas Mazhab Iswandi, Heri; Kusdiana , Indra; Sobirin, Aman; Rauf, Abdur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6564

Abstract

Tulisan ini membahas konsep laki-laki sebagai qawwam (pelindung dan penanggung jawab) terhadap perempuan sebagaimana disebut dalam QS An-Nisa: 34, dengan menelusuri penafsiran dari berbagai mazhab Islam, baik Sunni maupun Syiah, sejak masa klasik hingga kontemporer. Kajian ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang posisi laki-laki tidak tunggal, melainkan beragam: sebagian menafsirkannya sebagai bentuk tanggung jawab sosial, bukan dominasi hierarkis. Pendekatan tafsir kontekstual modern menekankan bahwa ajaran Islam dapat mendukung relasi gender yang lebih setara dan adil.
Pemikiran Dan Aspek Lokalitas Tafsir Al-Ibrīz Karya Kh. Bisri Mustofa Sobirin, Aman; Muhith, Muhith
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7229

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menelaah pemikiran dan aspek lokalitas Tafsir al-Ibrīz yang merupakan karya ulama Indonesia bernama KH. Bisri Mustofa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber primer berupa teks Tafsir al-Ibrīz dan sumber sekunder berupa buku, artikel, dan karya tulis lain yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah pustaka, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir al-Ibrīz ditulis dengan menggunakan metode ijmālī dengan corak tafsir adabi ijtima’i, dan disajikan dengan pendekatan fikih dan tasawuf. Pemikiran KH. Bisri Mustofa dalam tafsir al-Ibriz mencakup pemahaman akidah akan hal-hal ghaib, penafsiran hukum syariah, dan pentingnya akhlak dalam praktik agama. Aspek lokalitas tafsir ini tercermin dalam penggunaan bahasa Jawa Pegon sebagai bahasa sehari-hari pengarang, serta pengaplikasian unggah-ungguh beretika dalam penyajian teks. Meskipun terdapat kelebihan dan kekurangan, tafsir ini mendapat respon dan komentar positif dari masyarakat terlihat dari antusias Masyarakat dalam mengikuti kajian-kajian di berbagai pesantren. Tafsir al-Ibrīz bukan hanya sebuah karya tafsir, tetapi juga warisan budaya yang penting dalam pemahaman agama Islam di Indonesia.
Sejarah Penulisan Dan Pembukuan Hadis Dan Ulama Periwayat Sobirin, Aman; Aminullah , Aminullah; Misbah, Misbah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7231

Abstract

Tujuan pada penulisam ini ialah untuk menegtahui perjalanan tentang sejarah dan pembukuan hadist dimasa lampau hingga masa sekarang. Tujuan lain ialah untuk menegtahui perkembangannya hadist yang tidak secara langsung terkodifikasi dengan sempurna sebagaimana dahulu alquran dibukukan karena banyak perselisihan serta keraguan para sahabat dalam menulis dan membukukan hadist. Metode didalam penelitian ini ialah penelitian Kepustakaan atau penelitian literature berisi teori-teori yang relevan masalah penelitian direkam oleh peneliti, data dikumpulkan dan dianalisis seluruhnya dari literature bahan dokumenter lainnya seperti tulisan di surat kabar atau media lainnya saat ini dan diteliti. Berdasarkan penelitian ini hasilnya ialah Perkembangan hadis pada Rasulullah masyarakat umat Islam masih terbilang kurang memahami hadis maupun menulis hadis Para sahabat dalam menjaga dan menghafal hadis secara akurat, yaitu dengan penghafalan, merekam, dan praktik. adanya masalah penulisan hadis, di antaranya yang pernah dilakukan oleh: Urwah, Al-Akhfasy, Al-Qa’nabi, Yahya bin Abu Katsir. Dalam pembukuan hadis ada beberapa periode yaitu dintaranyan Periode Pra Khulafa' Ar-Rasyidin, Periode Abad II dan III Hijriah hingga sampai Periode (656 H-Sekarang).