Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran produk BonCabe yang dihasilkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Produk BonCabe merupakan hasil olahan cabai lokal yang memiliki potensi nilai tambah ekonomi serta berperan dalam pemberdayaan perempuan pedesaan. Namun demikian, pengembangan pemasaran produk masih menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek internal maupun eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih secara purposive, meliputi ketua dan anggota aktif KWT Teratai yang terlibat langsung dalam proses produksi dan pemasaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan proses produksi dan pemasaran, serta menggunakan analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran BonCabe dilakukan melalui saluran offline berupa bazar dan pameran, serta saluran online sederhana melalui media sosial WhatsApp. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu anggota dalam produksi sehingga ketersediaan produk belum stabil, serta persaingan dengan produk sejenis dari merek yang lebih dikenal. Hasil analisis SOAR menunjukkan bahwa kekuatan produk terletak pada cita rasa khas dan penggunaan bahan baku lokal, sementara peluang berasal dari meningkatnya tren konsumsi makanan pedas dan perkembangan pemasaran digital. Strategi pemasaran yang disarankan adalah penguatan promosi digital, peningkatan konsistensi produksi, serta pengembangan merek sebagai produk unggulan desa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pemasaran produk olahan lokal berbasis pemberdayaan KWT.
Copyrights © 2026