Meningkatnya variasi produk dalam industri komponen otomotif menuntut sistem produksi yang fleksibel dan efisien untuk mencapai target produktivitas. Evaluasi awal di PT XYZ menunjukkan bahwa Rasio Operasi Mesin (MOR) mesin cetak injeksi MC-04 adalah 80,10%, masih di bawah target perusahaan sebesar 85%. Nilai MOR yang rendah disebabkan oleh tingginya waktu yang terbuang, terutama pada aktivitas penggantian model dengan waktu rata-rata sekitar 25 menit per penggantian cetakan. Kondisi ini menunjukkan adanya aktivitas yang tidak bernilai tambah dalam proses penggantian model. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber pemborosan waktu dan menganalisis penerapan metode Single Minute Exchange of Dies (SMED) untuk mempercepat proses penggantian model dan meningkatkan efisiensi mesin MC-04. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian terapan dengan pendekatan kuantitatif melalui observasi langsung, pengukuran waktu kerja, wawancara operator, dan analisis menggunakan Bagan Pareto dan Diagram Tulang Ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunggu suhu cetakan merupakan penyebab utama lamanya waktu penggantian model. Penerapan SMED dilakukan melalui pemisahan aktivitas internal dan eksternal, konversi aktivitas internal menjadi aktivitas eksternal, penerapan pemanasan awal cetakan, dan pembaruan standar kerja. Hasil perbaikan menunjukkan pengurangan waktu penggantian model dari 25 menit menjadi 16 menit atau 36%, yang berdampak pada pengurangan waktu yang hilang dan peningkatan nilai MOR menuju target perusahaan.
Copyrights © 2026