Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit Untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Minarsih, Tri Jenny; Arrasily, Nailul Fithri; Hartono, Budi; Wizraa, Ilma
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2132

Abstract

Studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis strategi pengelolaan keuangan rumah sakit yang paling efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional. Rumah sakit menghadapi tekanan finansial yang meningkat akibat kenaikan biaya operasional, tuntutan layanan yang kompleks, dan perubahan sistem pembayaran seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), diperparah oleh dampak pandemi COVID-19. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur sistematis, dengan pencarian pada basis data akademik utama menggunakan kata kunci relevan. Temuan menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi biaya implementasi teknologi yang tinggi, resistensi karyawan terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur, dan masalah pengelolaan anggaran. Strategi efektif yang teridentifikasi mencakup optimalisasi pendapatan dan pengendalian biaya melalui manajemen siklus pendapatan dan modal kerja, penerapan pendekatan modern seperti Lean Management dan Balanced Scorecard, serta pemanfaatan inovasi digital seperti sistem informasi terintegrasi, kecerdasan buatan (AI), dan big data. Keberhasilan implementasi sangat bergantung pada dukungan manajemen, keterlibatan staf, dan budaya perbaikan berkelanjutan. Studi ini menyoroti peran krusial strategi keuangan adaptif dan integrasi teknologi dalam meningkatkan kinerja rumah sakit secara holistik.
Optimalisasi Pengelolaan Data Pasien Melalui Integrasi Sistem Informasi Rumah Sakit Berbasis Digital Arrasily, Nailul Fithri; Minarsih, Tri Jenny; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2243

Abstract

Transformasi sistem kesehatan adalah langkah krusial untuk peningkatan kualitas layanan dan keselamatan pasien yang berkelanjutan, menuntut adaptasi dan inovasi terus-menerus, khususnya dalam manajemen layanan dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Pengelolaan data pasien yang terfragmentasi di rumah sakit telah lama menjadi hambatan utama dalam mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terkoordinasi secara optimal. Kondisi ini menciptakan ketegangan antara kebutuhan mendesak akan transformasi digital dalam layanan kesehatan dan tantangan multifaset yang persisten dalam mewujudkannya. Studi menunjukkan lebih dari 60% fasilitas kesehatan masih bergantung pada pencatatan manual atau sistem terfragmentasi, menyebabkan duplikasi data hingga 30%, keterlambatan diagnosis, dan peningkatan kesalahan medis hingga 25%. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi pengelolaan data pasien melalui integrasi sistem informasi rumah sakit berbasis digital. Integrasi data kesehatan muncul sebagai solusi kunci untuk mengoptimalkan sistem rumah sakit, dengan kemampuan menciptakan "single source of truth" yang holistik dan akurat mengenai operasional rumah sakit dan kesehatan pasien. Optimalisasi ini membawa peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional, kualitas pelayanan klinis, keselamatan pasien, dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi, misalnya, memfasilitasi akses cepat ke riwayat medis, hasil laboratorium, dan data penting lainnya, yang pada gilirannya mempercepat proses diagnosis dan pengobatan. Meskipun potensi manfaatnya besar, implementasi integrasi sistem informasi menghadapi tantangan signifikan. Tantangan-tantangan ini meliputi keberadaan silo data, sistem lama yang tidak interoperabel, kurangnya standarisasi data, risiko keamanan dan privasi data yang tinggi, serta resistensi organisasi terhadap perubahan. Untuk mengatasi hambatan ini dan mewujudkan potensi penuh pengelolaan data pasien digital, adopsi platform integrasi yang fleksibel dan skalabel, kolaborasi erat dengan vendor teknologi berpengalaman, serta prioritas pada keamanan dan privasi data menjadi strategi krusial. Selain itu, tata kelola data yang kuat, didukung oleh standar interoperabilitas seperti HL7 dan FHIR, serta pemanfaatan teknologi baru seperti Kecerdasan Buatan (AI) dan komputasi awan, sangat penting untuk mendukung upaya integrasi yang komprehensif.
Hospital Cash Flow Management Strategies in Facing the Post-COVID-19 Global Health Crisis Arrasily, Nailul Fithri; Minarsih, Try Jenny; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69989/aprqsn10

Abstract

The COVID-19 pandemic has exposed significant vulnerabilities in global healthcare systems, severely impacting the financial and operational stability of hospitals. This systematic literature review analyzes the post-COVID-19 global health crisis's effects on hospital cash flow, identifies core principles of effective cash flow management, and formulates comprehensive strategies to enhance hospitals’ financial and operational resilience. This study employs the Systematic Literature Review (SLR) method as the primary approach to identify, evaluate, and synthesize findings from various sources of literature relevant to the research topic. Findings reveal that hospitals have faced sharp revenue declines and increased operational burdens, further exacerbated by challenges in claims processing and reimbursement systems. Nevertheless, adaptive hospitals demonstrated resilience through revenue diversification and cost efficiency. This report highlights the importance of proactive cash flow planning and monitoring, optimization of receivables and claims management, prudent debt management, operational efficiency, and strategic investment in digital transformation. Furthermore, human resource development and the establishment of strong crisis management teams are critical elements in building long-term resilience. Recommendations include adopting integrated technologies, enhancing collaboration, and advocating for more efficient payment systems to ensure the sustainability of healthcare services amid future global uncertainties.
Peran Analisis Kebutuhan dalam Perencanaan SIM RS Minarsih, Tri Jenny; Arrasily, Nailul Fithri; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran analisis kebutuhan dalam perencanaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) melalui kajian literatur terhadap berbagai penelitian terdahulu. SIMRS merupakan komponen integral dari sistem informasi rumah sakit yang menghubungkan berbagai unit layanan kesehatan dan memproses alur bisnis melalui integrasi jaringan dan prosedur administrasi, sehingga informasi dapat diakses secara cepat, tepat, dan akurat. Studi literatur ini menggunakan pendekatan studi kasus tematik dengan menelaah 30 artikel jurnal dan prosiding ilmiah yang diterbitkan dalam rentang waktu 2015–2024, baik nasional maupun internasional, serta dilengkapi data sekunder resmi (Kemenkes RI dan WHO). Analisis dilakukan dengan metode sintesis naratif berdasarkan tema perencanaan infrastruktur, SDM, roadmap strategis, dan tantangan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan merupakan tahap krusial dalam perencanaan SIMRS. Analisis yang baik terbukti mampu memastikan kesesuaian sistem dengan proses bisnis rumah sakit, pemilihan infrastruktur TI yang tepat, serta penyusunan pelatihan SDM berbasis kompetensi. Sebaliknya, rumah sakit yang mengabaikan analisis kebutuhan cenderung menghadapi tantangan seperti ketidaksesuaian modul dengan alur kerja, pekerjaan manual tetap dominan, resistensi pengguna, dan inefisiensi operasional. Enterprise Architecture (EA) dan Zachman Framework banyak digunakan untuk memetakan kondisi eksisting rumah sakit (data, aplikasi, infrastruktur, SDM) serta menyusun roadmap TI secara terstruktur dan berkelanjutan. Literatur juga merekomendasikan penggunaan kerangka Enterprise Architecture (EA) atau Zachman Framework untuk menyusun roadmap SIMRS secara terstruktur dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa analisis kebutuhan harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan SIMRS. Perencanaan yang komprehensif mencakup aspek teknis, SDM, kebijakan, dan anggaran akan meningkatkan keberhasilan implementasi serta mendukung transformasi digital rumah sakit di Indonesia. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, analisis kebutuhan, perencanaan TI, Enterprise Architecture, transformasi digital
Pemanfaatan Media Sosial sebagai Alat Promosi Kesehatan Rumah Sakit di Era Digital Minarsih, Tri Jenny; Arrasily, Nailul Fithri; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6017

Abstract

Media sosial telah menjadi sarana komunikasi utama masyarakat di era digital. Di Indonesia, penetrasi internet mencapai 73–74% dari populasi (sekitar 202–205 juta pengguna), dengan lebih dari 190 juta pengguna aktif media sosial pada awal 2022. Artikel literatur ini mengkaji pemanfaatan media sosial oleh rumah sakit sebagai alat promosi kesehatan. Berdasarkan analisis dari artikel jurnal (2013–2025), ditemukan bahwa sebagian besar rumah sakit di Indonesia memanfaatkan platform media sosial (terutama Instagram dan Facebook) untuk menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat. Strategi yang umum digunakan meliputi pembuatan konten edukatif oleh tim promosi kesehatan yang melibatkan tenaga ahli. literatur juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, termasuk risiko misinformasi kesehatan dan rendahnya keterlibatan bermakna. Hasil studi menunjukkan efektivitas media sosial dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat, terutama pada segmen muda, dengan biaya promosi yang relatif rendah. Namun, tingkat engagement (misalnya like atau komentar) akun rumah sakit masih tergolong rendah (sekitar 1–2%). Artikel ini menyimpulkan bahwa media sosial berpotensi besar sebagai media promosi kesehatan rumah sakit di era digital, asalkan didukung konten berkualitas dan manajemen yang baik.
Manajemen Persediaan yang Efektif untuk Meningkatkan Efisiensi Rumah Sakit Arrasily, Nailul Fithri; Minarsih, Tri Jenny; Hartono, Budi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7452

Abstract

Manajemen persediaan merupakan salah satu komponen strategis dalam pengelolaan rumah sakit karena berkaitan erat dengan efisiensi biaya operasional, mutu pelayanan kesehatan, dan keselamatan pasien. Rumah sakit mengalokasikan proporsi anggaran yang besar untuk pengadaan obat-obatan, alat kesehatan, serta bahan medis habis pakai, sehingga diperlukan sistem pengelolaan persediaan yang efektif, terencana, dan berbasis data. Ketidaktepatan dalam pengelolaan persediaan, baik dalam bentuk kelebihan stok (overstock) maupun kekurangan stok (understock), dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti pemborosan anggaran akibat obat kedaluwarsa dan stok mati, serta terganggunya kontinuitas pelayanan medis akibat ketiadaan item kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen persediaan dalam meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap artikel ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan nasional yang relevan dengan sistem logistik dan manajemen persediaan rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan metode pengendalian persediaan yang sistematis dan ilmiah, seperti analisis ABC–VEN, Economic Order Quantity (EOQ), penetapan safety stock dan reorder point, serta integrasi sistem persediaan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), terbukti mampu mengurangi pemborosan biaya, menekan risiko obat kedaluwarsa, dan menjamin ketersediaan item yang berhubungan langsung dengan keselamatan pasien. Selain meningkatkan efisiensi biaya, manajemen persediaan yang efektif juga berkontribusi terhadap kelancaran pelayanan dan stabilitas operasional rumah sakit. Dengan demikian, manajemen persediaan yang terintegrasi, berbasis data, serta didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan teknologi informasi yang memadai merupakan strategi penting dalam meningkatkan efisiensi, mutu pelayanan, dan keberlanjutan rumah sakit, khususnya dalam era Jaminan Kesehatan Nasional dengan sistem pembayaran INA-CBGs.
Regulation of Drug Procurement and Supply Chain Management in Indonesian Hospitals: Implications for Drug Availability and Mitigation of Drug Shortage Arrasily, Nailul Fithri; Minarsih, Tri Jenny; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69989/yg78vk12

Abstract

Pharmaceutical management in hospitals is a critical component of the healthcare system, directly influencing service quality and operational sustainability. This study examines the relationship between the pharmaceutical regulatory framework established by the Ministry of Health (Kemenkes) and the National Agency of Drug and Food Control (BPOM) and the operational performance of pharmaceutical Supply Chain Management (SCM) in Indonesian hospitals. A Systematic Literature Review (SLR) using a Scoping Review approach was conducted to synthesize quantitative evidence on drug procurement regulations, distribution, and inventory efficiency. Secondary data show that 34.7% of hospitals experience shortages of essential medicines at least once a year, and 80% of pharmaceutical distributors (PBFs) fail to meet the maximum three-day delivery lead time. This highlights a substantial gap between comprehensive regulations, such as Ministry of Health Regulation No. 17 of 2024 on Telepharmacy and BPOM Regulation No. 20 of 2025 on Good Distribution Practice (CDOB), and operational logistics implementation. The main challenge lies not in regulatory design but in weak enforcement of logistical discipline and supplier monitoring. Recommended strategies include performance-based contracts linking lead-time compliance to penalties or incentives and continuous data-driven training for pharmaceutical personnel. Strengthening the synergy between regulatory frameworks and operational discipline is essential to ensure sustainable drug availability and high-quality healthcare services in Indonesia.