Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan pranatal dalam Islam dan bagaimana tradisi procotan di Pantura Lamongan berinteraksi dengan ajaran Islam dalam. Penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan dan mengontraskan pendekatan pendidikan pranatal dalam Islam dan tradisi procotan di Pantura Lamongan. Selain itu, artikel ini akan memberikan rekomendasi bagi keluarga muslim di Pantura dan bisa daerah manapun untuk mengintegrasikan pendidikan pranatal dalam Islam dengan praktik budaya lokal. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan pranatal dalam Islam dan memberikan kontribusi pada studi interdisipliner tentang hubungan antara agama, budaya, dan Pendidikan. Tipe penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data dari wawancara, dokumentasi dan obesrvasi relevan mengenai teori Pendidikan prenatal dan fenomena ritual praktik budaya procotan di Pantura Lamongan dalam kehamilan, persepsi masyarakat terhadap pendidikan pranatal, serta pengaruh media sosial dan teknologi terhadap pendidikan prenatal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan pranatal dalam Islam memiliki relevansi yang kuat dengan tradisi procotan, dengan menciptakan sinergi antara nilai-nilai agama dan praktik budaya lokal. Temuan utama ini menegaskan bahwa pendidikan pranatal tidak hanya berfungsi sebagai transfer informasi, tetapi juga sebagai cara untuk membangun kesadaran komunitas tentang kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menemukan bahwa banyak masyarakat yang mengadopsi elemen-elemen dari ajaran Islam dalam praktik-praktik budaya sehingga menciptakan pendekatan yang lebih holistik terhadap pendidikan pranatal.
Copyrights © 2025