Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 meningkat secara signifikan, sehingga diperlukan intervensi berbasis pangan fungsional. Porang (Amorphophallus oncophyllus) mengandung glukomanan yang berpotensi sebagai terapi adjuvan diabetes. Mengetahui efek pemberian tepung porang terhadap kadar glukosa darah dan berat badan tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin (STZ). Penelitian eksperimental dengan desain *pretest-posttest randomized controlled group design* menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Wistar. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid 0,1 mg/kgBB), porang dosis 40 mg/kgBB, dan porang dosis 400 mg/kgBB. Diabetes diinduksi dengan STZ 45 mg/kgBB intraperitoneal. Pengukuran glukosa darah dilakukan hari ke-0, 7, dan 14, sedangkan berat badan diukur hari ke-0, 3, 7, 10, dan 14. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dilanjutkan uji LSD (p<0,05). Kelompok porang dosis 400 mg/kgBB menunjukkan penurunan glukosa darah yang signifikan dari 386,00±24,99 mg/dL menjadi 101,00±21,60 mg/dL (p<0,05), serta peningkatan berat badan dari 130,00±3,24 g menjadi 147,25±12,12 g. Hasil ini setara dengan kelompok glibenklamid dan lebih baik dibandingkan kelompok porang dosis 40 mg/kgBB. Tepung porang dosis 400 mg/kgBB efektif menurunkan glukosa darah dan meningkatkan berat badan pada tikus diabetes yang diinduksi STZ.
Copyrights © 2025