Desa Lapandewa Jaya di Kabupaten Buton Selatan merupakan sentra bawang merah dengan hasil panen melimpah. Namun, petani masih menjual secara mentah seharga Rp25.000–Rp35.000/Kg, yang tidak sebanding dengan biaya produksi. Akibatnya, pendapatan dan kesejahteraan petani rendah. Padahal, desa memiliki potensi ekonomi besar jika dilakukan pengolahan. Masalah utamanya adalah belum adanya diversifikasi produk, manajemen usaha, dan pemasaran berbasis ecommerce yang optimal. Pengabdian bertujuan untuk memberikan solusi terhadap hasil produksi bawang merah yang berfokus pada tiga aspek yakni aspek produksi melalui diversifikasi produk, aspek manajemen usaha melalui perencanaan usaha berbasis digital serta aspek pemasaran melalui pemasaran berbasis e-commerce. Mitra pengabdian adalah kelompok tani Kaombo 1 yang berumlah 15 orang. Metode pengabdian berupa perencanaan, sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program dan penyusunan laporan. Waktu pelaksanaan dari tanggal 10 Agustus 2024 - 30 Agustus 2025. Hasil pengabdian dari aspek produksi meghasilkan tiga produk berupa bubuk bawang merah harga jual Rp70.000/Kg, bawang goreng harga jual Rp55.000/Kg dan keripik bawang dijual seharga 45.000/Kg. Aspek manajemen usaha kelompok tani berhasil dalam mengelola usaha secara profesional serta membuka peluang diversifikasi produk olahan bawang merah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi. Aspek pemasaran berbasis e-commerce kelompok tani diperkenalkan pada konsep dasar pemasaran digital, strategi branding, dan pemanfaatan platform e-commerce seperti marketplace, media sosial, hingga website untuk mendukung penjualan produk. Hasil post-tes juga menunjukkan bahwa setelah kegiatan terjadi peningkatan pemahaman dari kurang paham menjadi paham sebesar 100%
Copyrights © 2026