Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teaching and Learninng English Vocabulary for Beginners in Rural and Urbal Schools Restinawati, Restinawati; Dunifa, La; Una, Syamsul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: 1) Bagaimana siswa mempelajari kosakata bahasa Inggris di sekolah Pedesaan dan Perkotaan; 2) Bagaimana cara guru mengajarkan kosakata bahasa Inggris di sekolah Pedesaan dan Perkotaan. Penelitian ini berfokus pada investigasi proses Pengajaran Kosakata Bahasa Inggris untuk pemula di sekolah pedesaan dan perkotaan. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 12 Buton, MTSN 4 Buton, SMPN 40 Buton, SMPN 48 Buton, SMPN 4 Baubau, SMPN 18 Baubau, MTSN 1 Baubau, MTSs Al-Ikhwan Baubau. Partisipan penelitian ini adalah siswa kelas satu, dua dan tiga serta guru bahasa Inggris di sekolah pedesaan dan perkotaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode Grounded Theory. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kosakata bahasa Inggris untuk pemula di sekolah pedesaan cukup rendah, hal ini dapat di lihat dari siswa belum mampu menyebutkan kosakata bahasa inggris dengan benar, siswa belum mampu menulis kosakata bahasa inggris sesuai dengan artinya, siswa belum mampu membaca kosakata bahasa Inggris sesuai ejaan yang benar. Peneliti menemukan kosakata bahasa Inggris di sekolah Perkotaan sangat baik, hal ini dapat di lihat dari siswa mampu menyebutkan kosakata dengan benar, siswa mampu menulis kosakata bahasa inggris sesuai dengan artinya, siswa mampu membaca kosakata bahasa Inggris sesuai dengan ejaan yang benar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran kosakata bahasa Inggris pemula di sekolah pedesaan lebih rendah dibandingkan sekolah perkotaan, hal ini dapat di lihat dari tiga indikator penguasaan kosakata bahasa Inggris yaitu; pengucapan, ejaan dan arti kosakata.
Diversifikasi Produk Olahan Bawang Merah: Strategi Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Tani Kaombo 1 Desa Lanpandewa Jaya Sudarman, La; Kuswinton, Kuswinton; Sarimuddin, Sarimuddin; Restinawati, Restinawati; Nabila, Nabila
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7369

Abstract

Desa Lapandewa Jaya di Kabupaten Buton Selatan merupakan sentra bawang merah dengan hasil panen melimpah. Namun, petani masih menjual secara mentah seharga Rp25.000–Rp35.000/Kg, yang tidak sebanding dengan biaya produksi. Akibatnya, pendapatan dan kesejahteraan petani rendah. Padahal, desa memiliki potensi ekonomi besar jika dilakukan pengolahan. Masalah utamanya adalah belum adanya diversifikasi produk, manajemen usaha, dan pemasaran berbasis ecommerce yang optimal. Pengabdian bertujuan untuk memberikan solusi terhadap hasil produksi bawang merah yang berfokus pada tiga aspek yakni aspek produksi melalui diversifikasi produk, aspek manajemen usaha melalui perencanaan usaha berbasis digital serta aspek pemasaran melalui pemasaran berbasis e-commerce. Mitra pengabdian adalah kelompok tani Kaombo 1 yang berumlah 15 orang. Metode pengabdian berupa perencanaan, sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program dan penyusunan laporan. Waktu pelaksanaan dari tanggal 10 Agustus 2024 - 30 Agustus 2025. Hasil pengabdian dari aspek produksi meghasilkan tiga produk berupa bubuk bawang merah harga jual Rp70.000/Kg, bawang goreng harga jual Rp55.000/Kg dan keripik bawang dijual seharga 45.000/Kg. Aspek manajemen usaha kelompok tani berhasil dalam mengelola usaha secara profesional serta membuka peluang diversifikasi produk olahan bawang merah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi. Aspek pemasaran berbasis e-commerce kelompok tani diperkenalkan pada konsep dasar pemasaran digital, strategi branding, dan pemanfaatan platform e-commerce seperti marketplace, media sosial, hingga website untuk mendukung penjualan produk. Hasil post-tes juga menunjukkan bahwa setelah kegiatan terjadi peningkatan pemahaman dari  kurang paham menjadi paham sebesar 100%