Permasalahan sosial-emosional anak usia sekolah dasar semakin menuntut perhatian, terutama pasca pandemi COVID-19 yang memunculkan gejala kecemasan, perilaku menarik diri, hingga agresivitas. Guru memiliki peran strategis dalam mendampingi perkembangan sosial-emosional siswa, namun masih banyak yang belum memiliki keterampilan komunikasi empatik dan strategi pembelajaran bermakna. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru TK dan SD di Sekolah Tunas Mekar Indonesia (TMI) Bandar Lampung melalui pelatihan komunikasi empatik dan pembelajaran bermakna. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pelatihan dan pendampingan, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan workshop, simulasi, pendampingan implementasi di kelas, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang komunikasi empatik, perubahan pendekatan pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna, serta terbentuknya iklim kelas yang lebih positif. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan modul pelatihan, instrumen observasi, laporan praktik baik, dan artikel ilmiah sebagai luaran. Kesimpulannya, pelatihan komunikasi empatik dan pembelajaran bermakna efektif memperkuat peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang humanis, inklusif, dan mendukung kesejahteraan sosial-emosional siswa.
Copyrights © 2025