Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELUARGA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DAN ANAK Ubaidillah, Muhammad
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v18i1.11057

Abstract

Keluarga merupakan unit terkecil dlam masyarakat yang peranannya sangat besar karena fungsinya sangat penting bagi kelangsungan hidup bermasyarakat. Bimbingan keluarga adalah bantuan yang diberikan kepada keluarga untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab anggota keluarga demi kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kefektifan penggunaan bimbingan keluarga Islam untuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dengan anak pada mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam angkatan 2016 Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain penelitian non-equivalent control group. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket Revised Family Communiction Pattern yang dikembangkanoleh Ritchie Fitzpatrick dan telah disesuaikan berdasarkan kebutuhan penelitian, kemudian data dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek keterbukaan, nilai t hitung t tabel sehingga Ho ditolak sedangkan pada aspek empati, sikap dukungan, sikap positif dan aspek kesetaraan bahwa nilai t hitung t tabel sehingga Ho diterima. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bimbingan keluarga islam hanya efektif untuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak pada aspek keterbukaan, dan tidak efektif pada aspek empati, sikap dukungan, sikap positif, dan aspek kesetaraan. Dari kesimpulan penelitian tersebut, peneliti memberikan rekomendasi untuk beberapa pihak di antaranya Mengintegrasikan konten dan struktur layanan bimbingan keluarga Islam dalam proses pembelajaran yang disesuaikan dengan aspek penunjang lainnya dan memperluas kajian bimbingan untuk mahasiswa berdasarkan bimbingan keluarga Islam khususnya bagi mahasiswa bimbingan penyuluhan islam.
Urgensi Peace Guidance dalam Dakwah untuk Mencegah Radikalisme Rini Setiawati; Muhammad Ubaidillah
Wardah Vol 22 No 1 (2021): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2829.377 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v22i1.9005

Abstract

Dakwah memiliki makna bagaimana seseorang individu dengan berbagai latar belakang, adat-istiadat maupun budaya, serta konsep pemahaman yang berbeda agar dapat saling bermanfaat bagi sesamanya. Keberagaman pemahaman dapat menjadi sumber permasalahan bagi harmonisasi dalam menjalani hidup, khususnya paham radikalisme. Pencegahan radikalisme dalam proses dakwah menjadi tantangan yang harus dapat dicermati dan dipahami secara konsisten oleh para da’I dengan segala metode pendekatan dakwah yang ada. Salah satunya yakni dengan menggunakan pendekatan peace guidance. Peace guidance yakni bimbingan yang mengutamakan kedamaian sebagai anjuran, ajakan serta arahan agar dapat membantu mencapai kedamaian dalam hidupnya. Peace guidance berawal dari keilmuan peace education sebagai akar pembahasannya. Tujuan penelitian ini merupakan pengembangan metode dakwah dalam layanan bimbingan dan konseling Islam, yakni dengan menggunakan pendekatan peace guidance untuk mencegah paham radikalisme. Hasil penelitian ini diharapkan agar dakwah dengan menggunakan metode peace guidance dapat berperan aktif dalam mencegah radikalisme.
Workshop Literasi Numerasi Guru Dengan Strategi Jurnal Entri Ganda Di SMP Negeri 22 Bandar Lampung Rahayu, Chika; Zakiya, Hanifah; Falamy, Ryna Aulia; Ubaidillah, Muhammad
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i6.533

Abstract

Teachers' literacy and numeracy competencies are essential to improve the quality of education and prepare students to face challenges in the modern era and be better prepared to face global challenges. The purpose of this activity is to improve teachers' insights, competencies and understanding of the importance of integrating numeracy literacy in every stage of learning. This workshop was held for two days on October 18-19, 2024, attended by 53 subject teachers who teach at each level in SMP Negeri 22 Bandar Lampung. At the initial stage, a common perception of numeracy literacy was shared and then followed by a more specific strategy through double-entry journals was chosen as a way to improve teachers' competence in making evaluations and learning designs that integrate literacy and numeracy. The workshop was proven to improve teachers' understanding and competence on numeracy literacy from 71.51% to 86.94%. This shows that the workshop can improve teachers' understanding, insight and competence on literacy and numeracy in learning.
Socialization of Deep Learning Approach in the Digital Era for Teachers in Indonesia: Sosialisasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam / Deep Learning di Era Digital bagi Guru di Indonesia Rahayu, Chika; Zakiya, Hanifah; Falamy, Ryna Aulia; Ubaidillah, Muhammad; Prastyo, Yanuar Dwi; Utami, Lintang Fitra; Hardianti, Desrina; Yosilia, Rani
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 5 No. 1 (2025): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v5i1.2042

Abstract

The Deep Learning approach launched by the Ministry of Primary and Secondary Education is an approach that honors and is not a new curriculum outlined in the academic manuscript. However, there is still a lack of understanding about the Deep Learning approach, with some people thinking that Deep Learning is a curriculum, and many teachers still don’t understand how to plan and implement this approach in the classroom. This service in the form of socialization is carried out to provide teachers in Indonesia with an understanding of the implementation of Deep Learning in the digital era. The socialization was conducted online with approximately 800 participants, most teachers from various regions across Indonesia. The steps of the method used in this socialization include planning, the delivery of material, sharing during the Q&A session, and reflection. This socialization helps teachers to get to know and understand Deep Learning. It can be implemented in the classroom, leading to positive changes in the learning process, which improves students’ learning outcomes to achieve the eight graduate profiles. The result of this socialization activity was met with enthusiasm from the participants, as shown by the positive feedback during the event, such as interactive Q&A and responses from the participants, allowing them to mutually enrich each other’s learning, most of whom are teachers.
Pelatihan Penyusunan Instrumen Penelitian dalam Bimbingan dan Konseling bagi Mahasiswa BK sebagai calon Guru BK dan Konselor Sekolah Maulita, Rizki; Ubaidillah, Muhammad; Nurzafira, Istiqomah
Nemui Nyimah Vol. 4 No. 2 (2024): Nemui Nyimah Vol.4 No.2 2024
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v4i2.149

Abstract

Preparing original and relevant research instruments is an important skill for Guidance and Counseling (BK) Study Program students, especially for producing quality research. However, many students prefer to adapt existing instruments rather than compose their own. This affects the originality of the research and the relevance of the results to actual problems in the field. For this reason, training was held in preparing research instruments for BK students at Lampung University. Training methods include theory dissemination, instrument preparation simulations, and empirical testing. The results of the training show that students are able to compose research instruments independently. Each participant succeeded in producing one original research instrument that was relevant to their research topic. This training succeeded in improving students' practical skills and made a positive contribution to the development of research in the field of BK
ANALISIS CULTURE SHOCK PADA PENDATANG BARU DALAM PENYESUAIAN PENGGUNAAN LOGAT DAERAH LAMPUNG Khotman, Desy Rahmawati; Amalia, Romaisya; Prayogi, Rahmat; Ubaidillah, Muhammad; Muhammad, Ulul Azmi
Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Laboratorium Pembelajaran Bahasa, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buanakata.v2i1.786

Abstract

Penelitian ini dikaji untuk mengetahui bagaimana pengalaman culture shock atau gegar budaya yang dialami oleh pendatang baru di Lampung, khususnya dalam penyesuaian penggunaan logat daerah setempat. Culture shock merupakan kondisi psikologis di mana seseorang mengalami tekanan dan keterkejutan saat berhadapan dengan lingkungan dan budaya yang berbeda dari yang biasa mereka kenal. Masalah ini menarik untuk diteliti karena penggunaan logat yang berbeda dari bahasa asal sering kali memicu tantangan bagi pendatang, baik dalam aspek komunikasi maupun interaksi sosial, sehingga memperlambat proses adaptasi mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pendatang baru yang tinggal di Lampung dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendatang baru hampir selalu mengalami culture shock atau gegar budaya dengan berbagai tingkat dan bentuk, di mana mereka kerap merasa cemas, bingung, dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Meski begitu, dengan proses adaptasi yang baik dan dukungan lingkungan, mereka secara bertahap dapat menyesuaikan diri dengan budaya dan logat bahasa baru. This research was studied to find out how culture shock is experienced by newcomers in Lampung, especially in adjusting the use of local accents. Culture shock is a psychological condition in which a person experiences pressure and shock when dealing with an environment and culture that is different from what they are used to. This issue is interesting to study because the use of accents that are different from the language of origin often triggers challenges for migrants, both in aspects of communication and social interaction, thus slowing down their adaptation process. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews with newcomers who lived in Lampung for less than two years. The results showed that newcomers almost always experience culture shock with various levels and forms, where they often feel anxious, confused, in interacting and communicating. Even so, with a good adaptation process and environmental support, they can gradually adjust to the new culture and language accent.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbantuan TimelineJS pada Materi Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen & Oosthaven untuk Meningkatkan Hasil Belajar Aji Nalendro, Putut; Muhammad, Ulul Azmi; Yudisthira, Ardhi; Ubaidillah, Muhammad
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 6 (2025): EduTIK : Desember 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menilai media pembelajaran interaktif berbantuan TimelineJS pada materi Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS) dan Oosthaven untuk meningkatkan hasil belajar sejarah lokal mahasiswa. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan media digital yang mampu menyajikan peristiwa sejarah secara kronologis, kontekstual, dan interaktif agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas satu ahli materi, satu ahli media pembelajaran, dan 20 mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket respon mahasiswa, serta tes hasil belajar, dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif. Hasil validasi ahli materi memperoleh skor 91% (sangat layak), sedangkan ahli media 88% (layak). Kepraktisan media berdasarkan respon mahasiswa mencapai 88,5% (sangat praktis). Uji efektivitas menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan rata-rata nilai pretest 62,4 dan posttest 83,7, menghasilkan N-Gain sebesar 0,57 (kategori sedang–tinggi). Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbantuan TimelineJS layak digunakan dalam pembelajaran sejarah lokal di perguruan tinggi karena mampu menampilkan keterkaitan peristiwa secara visual, menarik, dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG Khoerunnisa, Indah; Fatimah, Ismah; Muhammad, Ulul Azmi; Nalendro, Putut Aji; Rahayu, Chika; Ubaidillah, Muhammad; Yudisthira, Ardhi; Sari, Dian Permata
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v4i2.1244

Abstract

This community service program aimed to improve teachers’ pedagogical competence through the socialization and implementation of Deep Learning approaches in classroom practice. Conducted at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, the activity involved 57 teachers from various disciplines. Using a participatory and reflective training model, the program consisted of three main phases: conceptual socialization, collaborative workshops on learning module design, and mentoring for classroom implementation. Evaluation results showed that 90% of participants reported a clearer understanding of Deep Learning principles, 88% found the methods effective, and 90% felt more confident applying the approach in their teaching. Teachers also perceived increased student motivation and engagement after implementation. Overall, the activity succeeded in enhancing teachers’ readiness to design meaningful, reflective, and technology-integrated learning experiences aligned with 21st-century educational goals. This program underscores the importance of sustainable teacher development in fostering deep and transformative learning environments.   Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru melalui sosialisasi dan implementasi pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam praktik pembelajaran di kelas. Dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, kegiatan ini melibatkan 57 guru dari berbagai disiplin ilmu. Menggunakan model pelatihan partisipatif dan reflektif, program ini terdiri dari tiga fase utama: sosialisasi konseptual, lokakarya kolaboratif tentang perancangan modul pembelajaran, dan pendampingan untuk implementasi di kelas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90% peserta melaporkan pemahaman yang lebih jelas tentang prinsip-prinsip Pembelajaran Mendalam, 88% merasa metode ini efektif, dan 90% merasa lebih percaya diri dalam menerapkan pendekatan ini dalam pengajaran mereka. Guru juga merasakan peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa setelah implementasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesiapan guru untuk merancang pengalaman belajar yang bermakna, reflektif, dan terintegrasi dengan teknologi yang selaras dengan tujuan pendidikan abad ke-21. Program ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan guru yang berkelanjutan dalam mendorong lingkungan belajar yang mendalam dan transformatif.
Sosialisasi Persiapan Program Beasiswa Pendidikan Ke Luar Negeri bagi Anggota Karang Taruna Youngunter Desy Awal Mar'an; Anwar Fadila; Nita Sitta Rachma; Muhammad Ubaidillah; Nabila Hasri Ainun
Ruang Pengabdian: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): RUANG PENGABDIAN: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rp/v5i2.hal.89-99

Abstract

Education is one of the strategic efforts to improve the quality of human resources, particularly through the equitable distribution of access to educational scholarships. However, in practice, many young people still lack adequate information regarding overseas educational scholarships. Therefore, efforts are needed to disseminate information about international scholarships through socialization activities. This community service program aims to enhance youths’ understanding of various overseas scholarship opportunities and the requirements that need to be prepared from an early stage. This activity employed a descriptive qualitative approach, focusing on youths’ perceptions of the implementation of an overseas scholarship socialization program. The activity was conducted at the Community Hall of Gunung Terang Sub-district, Bandar Lampung, involving 13 youth members of Karang Taruna Youngunter. Data were collected through open-ended questionnaires and post-activity interviews with the participants. The data were analyzed using thematic analysis to identify changes in perceptions, levels of understanding, and participants’ motivation. The outcomes of the program were assessed based on indicators including increased knowledge of scholarship types and requirements, enhanced motivation to prepare for scholarship applications, and heightened awareness of the importance of early preparation. The findings indicate improvements in participants’ understanding and motivation, as well as the emergence of an action-oriented mindset in planning initial steps for overseas educational scholarship preparation, suggesting that this activity has the potential to serve as an initial model of youth empowerment at the community level.
PENGUATAN PERAN GURU DALAM MENANGANI MASALAH SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI PELATIHAN KOMUNIKASI EMPATIK DAN PEMBELAJARAN BERMAKNA Mujiyati; Diah Utaminingsih; Chasya Aghniarrahmah; Muhammad Ubaidillah; Miranda Abung
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sosial-emosional anak usia sekolah dasar semakin menuntut perhatian, terutama pasca pandemi COVID-19 yang memunculkan gejala kecemasan, perilaku menarik diri, hingga agresivitas. Guru memiliki peran strategis dalam mendampingi perkembangan sosial-emosional siswa, namun masih banyak yang belum memiliki keterampilan komunikasi empatik dan strategi pembelajaran bermakna. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru TK dan SD di Sekolah Tunas Mekar Indonesia (TMI) Bandar Lampung melalui pelatihan komunikasi empatik dan pembelajaran bermakna. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pelatihan dan pendampingan, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan workshop, simulasi, pendampingan implementasi di kelas, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang komunikasi empatik, perubahan pendekatan pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna, serta terbentuknya iklim kelas yang lebih positif. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan modul pelatihan, instrumen observasi, laporan praktik baik, dan artikel ilmiah sebagai luaran. Kesimpulannya, pelatihan komunikasi empatik dan pembelajaran bermakna efektif memperkuat peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang humanis, inklusif, dan mendukung kesejahteraan sosial-emosional siswa.