This article is situated within the field of Islamic Religious Education and character education, focusing on the role of parents in instilling Islamic religious values in the character formation of adolescents. The main issue underlying this study is the weakening of religious value internalization among adolescents due to modernization, digital media influence, and limited parental involvement in religious guidance. The purpose of this article is to analyze the role of parents in Islamic value education, identify the character traits formed in adolescents, and examine supporting and inhibiting factors in the process. This study employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving several Muslim families with adolescent children aged 12–18 years in Muara Langsat Village, Kuantan Singingi Regency. As an exploratory qualitative study, no hypothesis was formulated. The findings indicate that parental role modeling, the habituation of worship within the family, and harmonious two-way communication significantly contribute to the formation of adolescents’ Islamic character, while technological influence and limited parental time remain major obstacles. This article contributes to the discourse on Islamic family education by emphasizing the essential role of parents as the primary foundation for strengthening adolescents’ religious character in contemporary society. Abstrak Artikel ini berada dalam diskursus Pendidikan Agama Islam dan pendidikan karakter, dengan fokus pada peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam terhadap pembentukan karakter remaja. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah melemahnya internalisasi nilai agama pada remaja akibat pengaruh modernisasi, media digital, serta keterbatasan peran keluarga dalam pembinaan religius. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pendidikan nilai-nilai Islam, mengidentifikasi karakter yang terbentuk pada remaja, serta mengkaji faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap beberapa keluarga Muslim yang memiliki anak usia 12–18 tahun di Desa Muara Langsat, Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini tidak merumuskan hipotesis karena bersifat eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan orang tua, pembiasaan ibadah bersama, dan komunikasi harmonis berkontribusi signifikan terhadap terbentuknya karakter islami remaja, sementara pengaruh teknologi dan keterbatasan waktu menjadi hambatan utama. Artikel ini berkontribusi dalam memperkaya kajian pendidikan keluarga Islam dan menegaskan pentingnya peran orang tua sebagai fondasi utama pembentukan karakter religius remaja.
Copyrights © 2026